Jeritan Dibalik Maraknya Alfamart dan Indomaret di Batam, Pedagang Kecil: Pak Walikota, Mana Janjimu Dulu?

BATAM – Linda, salah satu pedagang di daerah jodoh, kecamatan Batu Ampar, Batam menyambut baik rencana rapat dengar pendapat yang akan di gelar DPRD Kota Batam, untuk membahas tentang maraknya Alfamart dan Indomaret di Batam.

Selaku pedagang kecil, dirinya mengaku selama ini hanya bisa diam dan mengelus dada ketika melihat maraknya Alfamart dan Indomaret di Batam. Walupun sebenarnya ia sangat merasa dirugikan dengan keberadaan minimarket yang buka hingga 24 jam tersebut.

“Jelas dirugikan lah pak. Kami selama ini hanya diam dan ngelus dada aja. Mau teriak, teriak kemana. Toh, kami cuma pedagang kecil,” kata Linda dijumpai media ini, Kamis, 18/6/20.

Sejak maraknya Alfamart dan Indomaret, linda pun mengaku tak lagi mendapatkan omset penjualan yang cukup menguntungkan. “Apa yang kami jual, Alfamart dan Indomaret itu juga ada. Rata-rata orang larinya kesana sekarang pak. Jadi gimana kami mau dapat omset? Ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, Alfamart dan Indomaret yang buka dengan jarak berdekatan dengan warung nya itu, tentu nya menjadi pemicu kerugian yang ia rasakan.

“Coba aja kita lihat pak. Mereka buka kadang berdekatan, kalau ada Alfamart, pasti ada juga Indomaret. Dan kebanyakan mereka buka, tiap jarak 100 meter atau 150 meter mereka pasti ada. Gimana kami mau dapat pembeli kalau begini? Mana janji pak Rudi Walikota dulu, yang mau stop mereka (Alfamart dan Indomaret),” ucapnya.

Untuk itu, Linda berharap, dengan RDP yang akan digelar DPRD kota Batam pada Jum’at mendatang, jeritannya selaku pedagang kecil bisa terwakili.

Terlebih, RDP itu diajukan oleh Forum Pengusaha Pribumi Indonesia (FOPPI). “Semoga bapak-bapak dewan bisa mewakili kami lah. Kami pedagang kecil ini mana mungkin mampu melawa pengusaha besar seperti Alfamart dan Indomaret. Semoga juga FORPPI bisa memperjuangkan Keberadaan kami,” harap Linda.

“Pak Rudi Walikota, tolong berpihak juga kepada kami pedagang kecil. Jangan malah Alfamart dan Indomaret yang bapak berikan tempat begitu banyak. Bagaimana kami bisa menafkahi keluarga kami. Bayar uang sekolah anak bagaimana. Kalau usaha kecil kami dimatikan oleh banyaknya minimarket seperti itu?, tambahnya.

Ditambahkan nya lagi, ditengah pandemi Covid-19 ini, Linda meminta Pemerintah Kota Batam benar-benar memberikan perhatian kepada pelaku usaha kecil.

“Jangan pas mau pencalonan baru datang ke kami. Janji-janji manis. Tapi sekarang kami pedagang kecil malah seperti anak tiri. Kami tahu, Alfamart dan Indomaret banyak mempekerjakan orang. Tapi bukan berarti kami dibikin mati. Tolong lah pak Walikota, ingat janji mu untuk stop Alfamart dan Indomaret,” terangnya.(red)