Komunikasi Politik ala Eddy Yatir, Jelang Pilkada Lingga

LINGGA – Para calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Daik Lingga yang akan bertarung di Pilkada 9 Desember 2020 tahun ini telah melahirkan model komunikasi politik santun.

Yakni, komunikasi politik yang berbasis budaya lokal, budaya Melayu masyarakat Daik Lingga yang santun, tidak ngotot dan mengutamakan kebersamaan.

Kehidupan politik, berdampak terhadap tuntutan demokratisasi
bernegara yang faktual melalui Pemilihan Kepala Daerah yang berkeadilan dan menghasilkan Kepala Daerah yang berpihak kepada rakyat.

Tentang dinamika komunikasi politik dan Pilkada bertujuan
untuk memberi gambaran tentang dinamika komunikasi politik dalam rangka menghadapi Pilkada.

Mencakup, keberadaan para komunikator politik yang terdiri dari elite parpol dan calon Kepala Daerah partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak suara, dan kualitas Kepala Daerah hasil Pilkada serentak. Ketiga hal tersebut merupakan faktor mendasar pendukung keberhasilan pelaksanaan Pilkada serentak yang menghasilkan Kepala Daerah berkualitas.

Seperti halnya Pendekatan komunikasi interpersonal yang dilakukan Eddy Rasmadi, bakal Calon Wakil Bupati yang mana saat ini berada di Daik Lingga, Senin 20 Juli 2020, ia pun mengunjungi beberepa Tim Kandidat bakal calon (Balon) Kepala Daerah Kabupaten Daik Lingga. Salah satunya TIM Riki Solihin.

“Kita harus ikuti dan mengetahui kemampuan mesin politik dalam mentraspormasikan pesan politik kandidat yang akhirnya akan berhubungan dengan perubahan penilaian sosial untuk memilih calon,” kata Edy, Selasa, 21/7/20.

Menurutnya lagi, kekuatan mesin politik akan menjadi sebuah pesan yang dapat di internalisasikan oleh masyarakat pemilih dan menjadikannya sebuah referensi yang berujung pada pilihan politik. Sikap politik dalam menentukan pilihan melalui pesan yang disampaikan dengan pendekatan-pendekatan, itu memang bisa menjadi referensi pilihan.

“Konsep strategi memenangkan Pemilukada secara lebih spesifik dan terkait dengan kandidat, tim pemenangan, dan kebijakan,” katanya lagi.

Selain itu, Optimalisasi strategi
harus dapat bersinergi untuk membentuk kesadaran dan pengenalan publik terhadap kandidat sekaligus program-program yang diusung pasangan calon. Untuk memperoleh dukungan sebagai bentuk loyalitas pemilih tidak hanya berorientasi pada mobilisasi massa.

“Namun tidak kalah penting harus mampu memperoleh dukungan dari semua element yang terlibat dalam pasar politik,” ungkap Eddy Yatir panggilan sapaanya Eddy Rasmadi.

Sementara itu, pertemuan atau silahturahmi Edy dengan Usman Taufik, salah satu TIM Bakal Calon sebatas komunikasi dan bersilaturahmi. “kedatangan Pak Eddy sebatas komunikasi dan silahturahim sekalian bertukar pikiran bagaimana perkembangan akan hadirnya beberapa kandidat yang maju untuk Pilkada Lingga,” ucap dia.

“Antara lain Ishak, Riki dan M. Nisar Wakil Bupati saat ini, sementara saat ini wakil mereka belum dikatahui pasti berpasangan dengan siapa, walaupun ada beberapa baliho dan spanduk muncul di beberapa lokasi di lingga,” sambungnya.

Juga tidak berbeda jauh apa yang disampaikan oleh Mudazir, sekretaris DPC Partai Demokrat Lingga, Bahwa pak Eddy sebagai Kader Demokrat sah – sah saja apabila ada keinginan untuk maju Pilkada lingga walaupun hanya sebagai Wakil Bupati, selain beliau putra tempatan, juga aktivitas kegiatan pekerjaannya juga ada di Kabupaten Lingga.

“Selaku kader tetap akan mendukung pak Eddy sepenuhnya atas keinginannya maju Pilbup, dan berharap semoga beliau diberi kemudahan dan respon positif masyarakat Lingga atas pencalonannya terutama partai mana saja yang bisa menjadi koalisi sebagai partai pengusung tanpa melupakan mekanisme dan aturan partai masing – masing. Baik secara struktural maupun konstituen Partai,” ujar Acin nama sapaannya, yang juga salah satu anggota Dewan Lingga periode 2019 -2020 ini.(Zakaria)