AlurNews.com – Walk Out dilakukan Fraksi Partai Demokrat dari pembahasan pengesahan RUU Cipta Kerja. Sebelum WO, ada debat panas antara PD dan pimpinan DPR yang memimpin rapat.
Pasalnya, dari Fraksi Demokrat hendak menyampaikan pandangannya, sebelum pemerintah memberikan pandangan.
“Interupsi Pak Ketua,” tegas anggota Fraksi Demokrat, Benny K. Harman.
“Saya sudah berikan kesempatan pada Fraksi Demokrat. Nanti Pak Benny,” kata Azis.
“Tolong ketua sebelum dilanjutkan kami diberikan kesempatan, tolong, tolong ketua. Kami ingin menyampakan,” ucapnya.
“Tidak Pak Benny, setelah pemerintah memberikan pandangan,” tegas Azis.
“Tidak Ketua, kami pertama harus diberikan kesempatan. Tolong Pak Ketua, baca ini,” timpal Benny.
“Pak Benny kalau anda tidak taat kami akan meminta bapak untuk dikeluarkan. Saya yang ngatur interupsi ini,” ucap Azis menimpali lagi.
Baca Juga : Saat Pengesahan Omnibus Law 257 Anggota DPR Bolos
Baca Juga : Pemerintah dan DPR Tetapkan RUU Cipta Kerja Malam Ini
Setelah bersitegang, antara Azis Syamsuddin dan Benny K. Harman, seluruh anggota Fraksi Partai Demokrat memilih walk out lantaran pimpinan sidang tidak memberikan kesempatan memberikan pandangan.
Kalau demikian kami menyatakan walk out dan tidak bertanggung jawab atas hal ini,” tandas Benny secara tegas sebelum meninggalkan ruang sidang.
“Kami menegaskan kembali Fraksi PD menolak pembahasan RUU Cipta Kerja Ini dan meminta ditunda,” kata anggota F-PD, Irwan, dalam sidang paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2020)
Baca Juga : Gatot Nurmantyo Serukan Dukung Buruh Mogok Nasional Tolak RUU Cipta Kerja
Setelah Irwan, anggota F-PD Didi Irawadi juga menyampaikan interupsi. Ia meminta ada voting apabila keputusan tidak bulat.
“Pak Didi cukup, Anda tidak usah mengajari!” kata pimpinan sidang paripurna, Azis Syamsuddin.
“Saya tidak mengajari saudara pimpinan, tapi ini aspirasi dari publik demikan luar biasa. Saya sebagai wakil rakyat,” kata Didi.
Setelah itu anggota F-PD keuar dari ruang sidang.
(hsn)

















