Diduga Terlibat Politik Praktis, Seorang Kadis di Batam Dilaporkan

Gelagat oknum ASN Batam?

Bambang Yulianto, SH Direktur hukum dan advokasi Luar Biasa
Bambang Yulianto, SH Direktur hukum dan advokasi Paslon Luar Biasa (foto: AlurNews.com)

BATAM – Jelang Pilkada serentak 9 Desember 2020 tahun ini, gelagat oknum ASN di Batam yang diduga menjadi Timses salah satu Paslon Kepala Daerah menjadi perhatian.

Dari gelagat itu, HR inisial Oknum Kepala Dinas di Lingkungan Hidup dan beberapa oknum ASN lainnya akhirnya dilaporkan ke Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Batam, Senin, (2/11/2020).

Baca : AKP Yusriadi: Modus Tawarkan Batu Merah Delima, Pelaku Hipnotis Korban

HR dilaporkan lantaran diduga terlibat dalam politik praktis dan gelagat HR dinilai dapat menguntungkan pasangan petahana di Batam.

“ Ya, secara resmi kami telah melaporkan saudara HR sebagai kepala dinas lingkungan hidup dan beberapa staf nya yang berstatus ASN,” kata Bambang Yulianto, SH Direktur hukum dan advokasi Luar Biasa didampingi Direktur hukum dan Advokasi SInergi Kepri, Sulhan, SH, diwawancarai AlurNews.com, Senin, 2/11/20.

spanduk DLH Batam yang menampilkan foto petahana (foto: istimewa)

Bambang menyampaikan laporan itu, disebabkan adanya kegiatan/program Dinas Lingkungan Hidup bertemakan “Program Selasa bersih – bersih rumah ibadah” yang diduga membawa pesan politik kepada warga.

Dalam spanduk yang dibawa oleh Dinas Lingkungan Hidup dalam melaksanakan kegiatan tersebut, tampak foto Rudi-Amsakar yang merupakan petahana.

Seharusnya, dalam kegiatan tersebut. Foto yang ditampilkan adalah foto Walikota Batam sementara saat ini.

“Ada dua tempat ibadah yang kami temui, setelah mereka melakukan bersih-bersih, mereka membentangkan spanduk dengan gambar Rudi – Amsakar sebagai Walikota dan Wakil Walikota. Padahal mereka adalah kandidat yang sedang mencalonkan diri dan sedang dalam posisi cuti,” ungkapnya.

Bambang mendorong Bawaslu Batam bersikap tegas dan segera melakukan penyelidikan terhadap dugaan pelanggran ASN tersebut.

“kami berharap atas laporan ini ASN tersebut dikenakan hukuman berat. alasannya, karena membuat keputusan dan tindakkan yang merugikan paslon lain dan menguntungkan calon tertentu dalam masa kampanye,” sebut Bambang.

Terkait temuan tim hukum Luar Biasa tersebut. Yakni berada di wilayah Mushola Darussalam Kampung Kamboja, Sei Pelunggut, Sagulung, tanggal 29 September 2020 dan Masjid Darul Maghfiroh, Sungai Langkai.

Hingga berita ini dipublikasikan, media ini masih berusaha mengkonfirmasi pihak Bawaslu Batam dan pihak Dinas Lingkungan Hidup.(red)