BATAM,AlurNews.com – Usai adanya aksi operasi tangkap tangan (OTT) di pelita terkait pembagian beras PKH yang diduga ditumpangi dengan pembagian alat peraga kampanye (APK) milik pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri, Ansar-Marlin (AMAN), nomor urut (3) tiga. pihak Bawaslu Batam pun langsung mengambil langkah cepat.
Bosar Hasibuan, Komisioner Divisi Penindakan Bawaslu Batam yang dihubungi AlurNews.com mengatakan, bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang termasuk oknum RT yang diduga otak pelaku tersebut.
“Itu lagi kita proses. Nanti kita dorong ke sentral gakkumdu. Setelah bukti-buktinya dan syarat formilnya terpenuhi baru kita dorong ke sentral gakkumdu,” tegas Bosar, Selasa, 8/12/20 malam.
Bosar juga menyebut, dalam proses tindaklanjuti dari OTT ini, pihaknya akan langsung gerak cepat. “Iya langsung kita periksa beberapa orang termasuk oknum RT. Karena ini OTT, jadi proses nya cepat,” ungkapnya.


Terkait berapa orang yang diperiksa saat ini, Bosar belum dapat menyebutkan jumlahnya. “Berapa orang belum bisa kita pastikan. Tapi sedang kita proses semua,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, bahwa untuk terus melengkapi alat bukti dan menindaklanjuti hal tersebut. Bawaslu Batam kembali turun ke lokasi kejadian.
Namun pihaknya telah menyita alat bukti, seperti APK Paslon Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri.
“Ia, saat ini kita ke lokasi lagi. Perkembangannya nanti kita informasikan lagi. Untuk bukti yang kita sita, ada APK Paslon kepala daerah Kepri,” jelasnya.
Dalam berita sebelumnya, Penyergapan atau OTT yang dilakukan oleh Tim Sinergi – LuarBiasa itu terjadi di tempat kios Ketua RT setempat, Ny Tarminah, Kelurahan Pelita RT 2 RW 3, Lubukbaja, Batam.
Saat terjadi OTT, panwascam Lubukbaja segera datang melakukan penanganan. Bukti-bukti lengkap pun ditemukan di kios tersebut.
Pada saat itu, tampak juga ke lokasi, Lurah setempat, Farhan. Ia tampak cukup tegang saat kasus tersebut terungkap.
Arita Sembiring, selaku Tim dari Sinergi-LuarBiasa mengungkapkan, bahwa pada siang itu, pihaknya berkeliling ke wilayah tersebut.

Saat itulah, ia mendapati warga datang mengambil paket bantuan PKH yang disertai dengan pembagian alat peraga kampanye berupa kalender dan APK visi-misi paslon dari cagub Kepri nomor urut 3, Ansar-Marlin.
Ia menduga, tidak hanya paslon cagub nomor urut 3 yang mendompleng aksi ini, namun juga dari pasangan cawako nomor urut 2 Rudi-Amsakar.
“Tadi saya keliling dan langsung saya berhenti, saya tanya pembagian apa ini? Dijawab, paket PKH dari kemensos. Saya temukan alat peraga kampanye diduga dari paslon gubernur nomor urut 3 dan cawako nomor urut 2,” kata Arita Sembiring.


Saat di lokasi, Ketua RT Tarminah yang membagikan PKH itu mengakui membagikan kepada warga di wilayahnya. Jumlahnya sekitar 170 paket.
Paket itu terdiri dari beras, telur, kacang ijo dan buah segar. Ia juga mengaku alat peraga itu merupakan titipan.
Ia telah mebagikan kepada warga sekitar. Hal itu juga telah dibuktikan dengan print struk pembagian yagn ia kantongi, jumlahnya ratusan.
Pihak Panwascam Lunbukbaja telah datang ke lokasi dan menerima penjelasan dari pihak tim Sinergi-Luar Biasa yang melakukan penangkapan tersebut.
Ketua Panwascam Lubukbaja, Ahmad Yusuf beserta anggotanya telah mengumpulkan alat bukti di lokasi. Kepada wartawan, Ahmad Yusuf juga telah menggelar alat bukti kalender bergambar paslon nomor urut 3 itu.
“Kira independent, kita masih mintai keterangan lebih lanjut, kita akan tanyakan lebih lanjut ke ibu ini dan yang lain,” kata Ahmad Yusuf.(SR/Red)