Hal tersebut memicu banjir kritik yang ditujukan pada H&M dari pengguna media sosial China, termasuk tagar viral yang dibaca lebih dari 1 miliar kali yang berbunyi ‘saya mendukung kapas Xinjiang.’
Komentar keras juga timbul dari warganet China mendukung pernyataan yang dikeluarkan oleh Liga Pemuda Komunis China. “Pakaian H&M adalah kain compang-camping,” kata salah satu komentar Weibo yang paling disukai.
“Mereka tidak pantas mendapatkan kapas Xinjiang kami,” bunyi komentar lainnya.
Dalam pernyataan yang diunggah Rabu malam di Weibo, H&M pun menjawab seruan boikot itu dengan mengatakan bahwa mereka selalu mempertahankan standar yang tinggi, serta transparansi, dalam rantai pasokan globalnya.
“Kami tidak mewakili posisi politik apa pun. Grup H&M selalu menghormati konsumen China. Kami berkomitmen untuk investasi dan pembangunan jangka panjang di China,” kata pernyataan itu.
Hennes & Mauritz AB (H&M) sendiri merupakan sebuah perusahaan multinasional yang memproduksi busana. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1947.
Perusahaan ini menghasilkan berbagai macam produk pakaian dengan markas di Stockholm, Swedia.(*)
Editor: purwoko l Sumber: detik.com/CNN
















