Usai meninjau progres pembangunan jembatan Selayang Pandang II Gubernur Ansar kemudian berkunjung ke RSUD Tarempa. Disana ia disambut langsung oleh kepala RSUD Tarempa dr. Rini dan berkeliling melihat ruangan-ruangan yang ada di rumah sakit tersebut antara lain ruang rawat inap, ruang poliklinik, ruang operasi, dan ruang radiologi.

Gubernur Ansar kemudian berjanji akan memberikan alokasi dana untuk alat-alat bantuan medis ke RSUD Tarempa sehingga pasien yang dirawat di Tarempa tidak perlu dirujuk ke Tanjungpinang atau Batam.
“Nanti kami Pemerintah Provinsi akan bantu dalam alat-alat seperti alat fisioterapi atau alat medical check up. Saya cuman minta Pemkab untuk merenovasi bagian-bagian rumah sakit biar lebih bagus lagi,” tuturnya.

Terkait akreditasi RSUD Tarempa yang belum bisa terpenuhi karena terganjal syarat harus memiliki minimal 2 orang dokter spesialis Gubernur Ansar memberikan solusi agar menyekolahkan putra-putri daerah asli Anambas mengambil pendidikan dokter spesialis. Saat ini RSUD Tarempa hanya memiliki dokter spesialis kebidanan, sementara yang paling dibutuhkan adalah dokter spesialis penyakit dalam.
“Terkait akreditasi itu, kalau orang luar tidak mau bekerja dan mengabdi disini, kita berangkatkan anak-anak asli Tarempa ke universitas yang bagus, kita beri fasilitas yang bagus. Nanti mereka selesai ambil spesialisasi kita buatkan kontrak mau bekerja minimal 20 tahun, kalau melanggar komitmen itu kita denda,” tegas Gubernur Ansar.

Gubernur Ansar pun mengakhiri kunjungan kerjanya hari ini di Tarempa dengan bersarapan bersama dengan tokoh-tokoh masyarakat Tarempa di Kedai Kopi Loka. Tampak gubernur berbincang santai dengan para tokoh masyarakat dan menerima nasihat dan masukan dari mereka.
Sumber : Humas Pemprov Kepri

















