Berjalannya waktu, dengan cobaan penuh kekurangan ekonomi, rasa putus asa sempat menghampiri dirinya, Zul ketika itu masih duduk di bangku kelas enam (6) Sekolah Dasar (SD).
Zul ketika hendak mengikuti ujian Nasional, Orangtuanya tidak mempu membiayai sekolahnya. Hingga terpikir dibenaknya akan berhenti sekolah.
Namun semangatnya untuk tetap bersekolah, orangtuanya akhirnya mencari jalan agar Zul tetap lanjut sekolah.
“Saya hampir putus asa untuk berhenti sekolah, karena kendala di uang ujian, sehingga orang tua saya memutuskan untuk menjual beras hasil panen untuk bayar uang ujian,” kenang Zul.
Setelah akhirnya lulus di Sekolah Dasar, Zul tetap melanjutkan pendidikannya ke tingkat SMP. Zul ketika itu masih dihantui rasa serba kekurangan. Namun ia selalu membangun rasa percaya diri. Bagaimana bisa tetap bersekolah dan sekolah.
“Lanjut mau masuk kelas 1 SMP saya berpikir agar bisa lanjut sekolah, saya membantu orang tua untuk membeli seragam dan uang pendaftaran. Selama libur tahunan saya kerja di doorsmer atau cucian motor. Sehingga saya bisa masuk sekolah di MTS P.I. YAQUBIYAH,” kenangnya lagi.
“Begitulah sehari-hari sepulang sekolah saya menyusul orang tua kesawah dengan jalan kaki yang ditempuh kurang lebih 1 KM. Disaat belajar di MTS saya tidak ada kendala pembayaran SPP atau lain nya, karena saya berusaha mandiri untuk membiayai sendiri sekolah saya. Karena saya sadar, orang tua saya bukan orang mampu,” ceritanya.















![[Alur Kisah] M Jasming Agus: Anak PETANI Menggapai Mimpi](https://alurnews.com/wp-content/uploads/2021/04/796B1A82-8D03-4668-8E3C-6C5AB1DD6025-100x70.jpeg)
