Kena Kepret Hoax Babi Ngepet, Ustadz Adam Kini Tertunduk: Beli Celeng via Online Langsung Dilepas Malam-malam

“Saya akui itu adalah salah yang sangat fatal dan sekali lagi atas kejadian ini saya memohon maaf yang sebesar-besarnya terutama untuk warga Bedahan, seluruh warga negara Indonesia,” ucapnya.

Ditanya apakah rekayasa yang dilakukannya itu sebagai upaya pengalihan isu yang sedang marak di Depok, Adam membantah. “Ini bukan pengalihan isu ataupun apa pun itu,” pungkasnya.

Sebelumnya, polisi menegaskan bahwa isu babi ngepet itu adalah berita bohong atau hoax. Cerita itu dikarang oleh AI dengan motif tertentu.

“Kami sampaikan bahwa semuanya yang sudah viral tiga hari sebelumnya adalah hoax itu berita bohong. Sebenernya yang kejadian itu tidak seperti apa yang diberitakan tiga hari yang lalu. Saya sampaikan, kasus ini berawal dengan adanya cerita masyarakat sekitar merasa kehilangan uang, ada yang Rp 1 juta, ada yang Rp 2 juta,” kata Kapolres Depok Kombes Imran Edwin Siregar.

Ditegaskan juga bahwa babi yang disebut-sebut menggunakan kalung berwarna merah juga bohong.

“Jadi kalau disampaikan sebelumnya babi tersebut ada kalung di leher ikat kepala merah itu adalah bohong. Sekali lagi saya sampaikan bohong tidak benar,” tegasnya.

Sebelumnya, bermula dari keresahan warga menyusul isu babi ngepet—termasuk dibumbui kabar adanya warga yang merasa kehilangan uang, warga akhirnya memutuskan untuk menangkap babi ngepet tersebut.

Alhasil pada Senin (26/4) malam, sekitar pukul 23.00 WIB, babi ngepet berhasil ditangkap warga.

Demi mengatasi animo masyarakat yang begitu luar biasa, babi yang tertangkap itu kemudian diputuskan disembelih dan dikuburkan secara terpisah.

Selang berapa waktu setelah dikubur, petugas Polsek Sawangan kembali mendatangi lokasi kejadian.

Petugas kemudian melakukan pembongkaran kuburan babi ngepet tersebut untuk mengungkap fakta sebenarnya. Hasilnya tak sia-sia, motif di balik aksi konyol rekayasa babi ngepet itu pun terbongkar.(*)

Sumber: Merdeka