
AlurNews.com, Batam – Kegiatan vaksinasi di beberapa tempat di Kota Batam, langsung ditinjau Walikota Muhammad Rudi, yang juga Kepala BP Batam untuk memastikan vaksinasi Covid-19 berjalan lancar termasuk bagi para karyawan di kawasan industri manufacturing
Rudi optimis vaksinasi yang mulai dilakukan secara lebih masiv di Kota Batam sejak 13 Juni 2021 lalu akan mencapai target 70% pada akhir Juni nanti.
“Kita sudah jalankan vaksinasi secara serentak, baik di tempat yang telah kita siapkan, salah satunya dipusatkan Stadion Temenggung Abdul Jamal,” kata Rudi.
“Sejak dari Minggu (13/6), kita mengejar 70%, tidak lain kita ingin 3/4 Kota Batam atau warganya sudah tervaksin semua, dalam waktu satu setengan bulan dari sekarang sampai ke depan,” tambah dia.
Walikota Batam/Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, juga menyampaikan terima kasih kepada perusahaan Rubycon, melalui Manajer Rubycon, Ridarma Budi Sinaga M. Pd, karena perusahaannya sudah memberikan kesempatan kepada karyawannya untuk divaksin.

Rudi meyakini jika semua perusahaan bisa melakukan seperti ini, maka vaksinasi bisa tercapai 100 persen.
Walikota Batam/Kepala BP Batam juga telah berkordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), melalui Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina, agar vaksin untuk Kota Batam dapat diperbanyak karena jika perekonomian Batam hidup, maka perekonomian Kepri juga akan hidup.
Muhammad Rudi berharap dengan kegiatan vaksinasi secara serentak ini, ekonomi Batam akan pulih kembali karena warganya sudah tervaksin semua.
Apindo Kota Batam, Rafki Rasyid juga mengapresiasi Pemerintah Kota Batam dan PT Rubycon Indonesia dalam pelaksanaan vaksinasi Karyawan PT Rubycon Indonesia di wilayah Mukakuning.
“Kita menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah dalam hal ini pemerintah daerah baik Pemprov Kepri maupun Pemko Batam yang telah berusaha keras untuk mengejar target 70% vaksin untuk masyarakat Batam. Mungkin ada kekurangan dalam pelaksanaan beberapa kali vaksinasi masal di Batam, namun masyarakat kemungkinan bisa memakluminya karena antusias yang begitu tinggi dari masyarakat. Saat ini Kepri menjadi Provinsi tercepat dalam melakukan vaksinasi. Tinggal lagi mungkin tata cara pelaksanaan yang akan terus diperbaiki agar tidak menimbulkan kerumunan.” kata Rafki.
“Mengenai adanya pekerja yang sakit setelah vaksin saya kira itu merupakan efek samping dari vaksin merek tertentu. Mengapa mereka mendatangi rumah sakit, kemungkinan kepada mereka belum diinformasikan apa yang harus dilakukan ketika ada efek samping. Sebagai contoh vaksin AstraZeneca akan menimbulkan efek demam mual dan muntah. Cukup dengan meminum paracetamol dan obat anti mual maka dalam satu atau dua hari akan sembuh. Tidak perlu harus sampai ke IGD atau ke rumah sakit.” lanjut Rafki.
Edukasi masyarakat ini harus kita laksanakan bersama sama. Karena vaksinasi Covid-19 ini merupakan hal yang baru sehingga belum begitu dipahami masyarakat.
APINDO sendiri masih terus melaksanakan vaksinasi sekitar 6.000 orang setiap minggunya. Kita membantu pemerintah untuk bisa memvaksin 70% masyarakat Batam dan Kepri sampai bukan Juli ini. Dibutuhkan kerjasama dan Sinergi dari semua pihak termasuk perusahaan agar target ini bisa dicapai.

Manager Rubycon, Ridarma Budi Sinaga, M.Pd menyampaikan ada sekitar 1500 orang karyawan yang akan divaksin pada hari Sabtu ini (19/6/2020) di Western Premier Panbill Mukakuning, Batam.
“Ada sekitar 1500 atau hampir semua karyawan PT Rubycon Indonesia yang akan divaksin. Termasuk dengan karyawan Koperasi yang berada di lingkungan perusahaan. Dan proses vaksinasi ini tetap melalui protokol kesehatan. Tidak ada kerumunan. Dan kami dari perusahaan juga mengambil hari Sabtu ini agar proses produksi tidak terganggu dan apabila ada karyawan kami yang mendapatkan efek dari vaksinasi ini bisa istirahat” kata Budi Sinaga di sela sela acara Vaksinasi di Western Premiere hotel.
“Mudah mudahan para karyawan bisa Fit untuk bekerja hari Senin, karena sudah kami pilih hari libur biar ada kesempatan istirahat” tambahnya.
(hsn)