Danrem Pantau Situasi Terkini RSKI Galang, Tercatat Sebanyak 358 Orang PMI Menjalani Perawatan Medis

Dijelaskan Pjs Kapenrem Mayor Inf Reza Fahlevi, dalam hal ini komandan Korem 033/WP bertanggung jawab atas Pekerja Migran Indonesia (PMI), Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) yang datang ke Indonesia.

25 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat

“Kegiatan Satgassus (Satuan Tugas Khusus) ini masih terus berjalan dan selalu dalam pengawasan Danrem 033/Wira Pratama demi menciptakan keamanan dan kenyamanan serta terkhusus demi mencegah tersebarnya virus Covid-19 ke Indonesia,” tutur Kapenrem Mayor Inf Reza Fahlevi.

Lanjut, Mayor Inf Reza Fahlevi menyampaikan, penanganan Pekerja Migran Indonesia (PMI), Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) yang datang ke indonesia tentu melalui pentahapan yang dilaksanakan di Pelabuhan Internasional Batam Center dan Pelabuhan Harbour Bay Batam.

Mereka yang datang (PMI) Ke Indonesia, harus melaksanakan Administrasi terlebih dahulu, melakukan test PCR pertama dan dilanjutkan dengan melaksanakan Isolasi mandiri selama 8 hari,

“Setelah hari ke 7 mereka melaksanakan tes PCR yang ke dua, apabila dalam hasil PCR pertama dan kedua dinyatakan negatif maka mereka boleh kembali ke kampung halaman dan beraktifitas kembali,” jelasnya.

Selain di Rumah Sakit khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang, Danrem 033/Wira Pratama bekerjasama dengan pemerintah Kota Batam juga menyiapkan tempat karantina bagi PMI yang melaksanakan isolasi mandiri di Rusun BP Batam dengan jumlah PMI yang melaksanakan isolasi mandiri sebanyak 221 orang, Rusun Pemko 63 orang, Rusun Putra Jaya 131 orang dan Shelter P4TKI 31 orang.

Aturan PPKM Jawa-Bali Ditempat Wisata, Pakai Aplikasi PeduliLindungi

Semua upaya telah dilakukan dengan bantuan semua instansi terkait yang terlibat dalam Satuan Tugas Khusus (Satgassus).

“Penanganan kasus Covid-19 khususnya di Kepri baik PMI, WNI, dan WNA yang datang, terus kita laksanakan penanganan khusus demi kenyamanan dan keamanan dengan harapan terhindar dari Covid-19. Setiap perkembangan, selalu kami pantau dan segera kami tangani dalam hal ini kita harus serius dalam penanganannya agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan di kemudian hari,” pungkasnya. (Tok)