Ia menegaskan, Pertamina Batam akan mencabut izin dari SPBU yang diketahui memang melayani pembelian BBM bersubsidi jenis Premium terhadap oknum pelansir BBM.
“Kalau memang dengan sengaja, bahkan mengkhususkan diri hanya melayani pelansir. Akan langsung di cut,” tegasnya.
Kendati demikian, kata Wiliam, beberapa petugas SPBU juga mengaku cukup kesulitan dalam mengenali apakah kendaran yang datang mengantri adalah kendaraan pelansir. Para pelansir BBM di Batam, diakuinya kerap berganti modus saat melakukan aksinya.
Modus lain yang biasa digunakan oleh pelansir adalah memilih beberapa SPBU sasaran, setelah mengosongkan BBM Premium dari tangki bahan bakar mereka.
Baca juga: Dit Reskrimsus Polda Kepri Tetapkan Dua Orang Direktur Perusahaan Sebagai Tersangka, Ini Kasusnya
“Jadi biasanya yang seperti ini, mengisi Premium dulu di satu SPBU hingga penuh. Dan kembali ke titik atau mungkin gudang, untuk mengosongkan tangki. Kemudian pergi ke SPBU lain untuk kembali mengisi Premium. Kalau yang seperti ini kan agak susah diawasi oleh petugas SPBU, karena yang mengisi itu banyak,” paparnya.
Untuk itu, saat ini pihaknya juga telah memberikan beberapa solusi kepada para petugas SPBU dalam hal pengawasan. Diantaranya adalah menolak melayani kendaraan yang diketahui mati pajak kendaraan dan mencatat semua nomor polisi kendaraan yang melakukan pengisian BBM Premium.
“Solusi dan tindakan yang kita lakukan saat ini. Diawali karena kita selalu mendapat keluhan bahwa selalu terjadi antrian panjang di SPBU yang menjual Premium. Tapi dari giat yang kita lakukan sampai hari ini, ternyata penyebab antrian panjang ini adalah kehadiran para pelansir,” pungkasnya. (T)















