Angkatan Laut AS belum sepenuhnya menjelaskan bagaimana atau mengapa kapal selam itu menabrak gunung bawah laut, atau mengungkapkan tingkat kerusakan kapal selam kelas Seawolf miliknya.
China mengeklaim kedaulatan atas hampir seluruh Laut China Selatan, yang dilalui triliunan dollar perdagangan internasional setiap tahun. Sementara enam negara mengeklaim pulau, pulau karang, dan zona ekonomi eksklusif di laut tersebut.
AS di sisi lain bersikeras bahwa kebebasan navigasi dipertahankan di Laut China Selatan. Mereka memperkuatnya dengan penerbangan militer reguler dan patroli angkatan laut, dan misi pelatihan di sekitar wilayah tersebut.
Tabrakan itu menyebabkan sejumlah kecil anggota militer AS yang menjadi kru di dalamnya mengalami cedera sedang dan ringan.
USNI News, yang pertama kali melaporkan bahwa kapal selam itu menabrak gunung bawah laut, mengatakan kerusakan pada bagian depan kapal selam termasuk tangki pemberatnya.
Newsweek sebelumnya melaporkan bahwa juru bicara Kementerian Pertahanan China Tan Kefei mengaitkan kecelakaan itu dengan ketegangan militer antara China dan AS di Laut China Selatan.
“Kami menegaskan kembali bahwa AS harus menanggapi keprihatinan semua pihak dengan serius, mengambil sikap bertanggung jawab dan memberikan penjelasan rinci tentang insiden itu sesegera mungkin, sehingga dapat mengatasi kekhawatiran masyarakat internasional serta negara-negara regional secara memuaskan, ” kata Tan dalam konferensi pers bulan lalu. (RS)
















