Asal tahu, Mesir adalah pembeli gandum terbesar di dunia. Apalagi, pada tahun 2021 sekitar 80 persen impor gandumnya berasal dari Rusia dan Ukraina.
“Keadaan pangan yang seperti ini dapat mengakibatkan kerusuhan politik yang lebih besar bagi negara terdampak,” ungkap Direktur Human Rights Watch Timur Tengah dan Afrika Utara Lama Fakih dikutip dari CNN Kamis (24/3/2022).
Timur Tengah rawan pangan akibat perang Rusia-Ukraina
Senada, Analis Kebijakan Timur Tengah dari Institut Tahrir Timothy Kaldas bilang, sebagian besar wilayah telah menderita kemiskinan dan kerawanan pangan. Perang Rusia-Ukraina ini, ia bilang memperparah keadaan.
Asal tahu saja, pound Mesir turun 14 persen terhadap dollar AS setelah invasi Rusia ke Ukraina. Hal ini mendorong investor asing untuk menarik miliaran dollar dari pasar treasury Mesir.
Selain itu, Bank sentral juga menaikkan suku bunga sebesar satu poin persentase. Pun, pemerintah mengumumkan paket bantuan ekonomi 130 miliar pound Mesir atau sebesar 7,05 miliar dollar AS.
“Banyak negara sudah terancam kesulitan pangan termasuk Yaman, Lebanon dan Suriah,” jelas Lama Fakih.
(RS)

















