Rekor Baru, Utang Pemerintah Jokowi Kini Tembus Rp 7.000 Triliun

Utang pemerintah era Jokowi

Utang pemerintah di era Presiden Jokowi memang terus mengalami kenaikan, baik di periode pertama maupun periode kedua pemerintahannya. Artinya lonjakan utang memang sudah terjadi jauh sebelum pandemi Covid-19.

Sebelum menjadi Presiden RI jelang kontestasi Pilpres, Tim Kampanye Jokowi sendiri dalam beberapa kesempatan melontarkan wacana untuk mengurangi jumlah utang pemerintah.

Namun bukannya berkurang, utang pemerintah justru terus mengalami kenaikan. Bahkan dalam kurun waktu 2014 hingga 2019, pemerintah sudah mencetak utang baru sebesar Rp 4.016 triliun.

Utang pemerintah tercatat memang mengalami kenaikan cukup besar sejak Presiden Jokowi menjadi orang nomor satu di Indonesia. Di penghujung 2014, total utang pemerintah yakni Rp 2.608 triliun dengan rasio utang terhadap PDB sebesar 24,7 persen.

Lalu pada akhir tahun 2015 atau setahun pertamanya menjabat sebagai Presiden RI, utang pemerintah di era Presiden Jokowi sudah melonjak menjadi Rp 3.089 triliun dengan rasio utang terhadap PDB sebesar 27 persen.

Sementara itu pada Januari 2017, utang pemerintah sudah kembali mengalami lonjakan menjadi sebesar Rp 3.549 triliun. Saat itu, rasio utang terhadap PDB yakni 28 persen.

Utang pemerintah sepanjang tahun 2017 ini terus meningkat pesat. Pada akhir 2017, utang pemerintah menembus Rp 3.938 triliun. Rasio terhadap PDB juga menanjak menjadi 29,2 persen.

Berikut rincian utang pemerintah Jokowi dari tahun ke tahun:

• Total utang pemerintah tahun 2014: Rp 2.608,78 triliun

• Total utang pemerintah tahun 2015: Rp 3.165,13 triliun

• Total utang pemerintah tahun 2016: Rp 3.706,52 triliun

• Total utang pemerintah tahun 2017: Rp 3.938,70 triliun

• Total utang pemerintah tahun 2018: Rp 4.418,30 triliun

• Total utang pemerintah tahun 2019: Rp 4.779,28 triliun

• Total utang pemerintah tahun 2020: Rp 6.074,56 triliun

• Total utang pemerintah per Februari 2022: Rp 7.014,58 triliun.

(RS)