Ekonomi yang maju akan meningkatkan pendapatan daerah dan akhirnya digunakan untuk pembangunan, baik di mainland maupun hinterland (pulau penyangga).
Tidak lupa Amsakar mengajak semua pihak memaknai Ramadhan untuk meningkatkan iman dan taqwa. Hendaknya rasa syukur dipanjatkan, karena kita masih diberikan kesempatan bertemu kembali dengan bulan yang penuh berkah ini. Bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, bulan yang di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari 1000 bulan, yang bernama Malam Lailatul Qadar.
“Kalau setiap tahun kita diberi kesempatan menyambut ramadhan, tapi kadar ketaqwaan kita tidak lebih baik. Ada masalah dengan puasa kita, mari kita perbaiki ini. Sayang jika kesempatan bertemu ramadhan kita sia-siakan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf, mewakili Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Ketua PKK Kota Batam yang juga Wakil Gubernur Kepri Marlin Agustina, Ketua 1 PKK Kota Batam Erlita Sari Amsakar dan juga Sekda Kota Batam Jefridin Hamid, sejauh ini memimpin Batam ada masyarakat hatinya tergores. Baik perkataan maupun karena kebijakan yang bisa saja tak memuaskan semua pihak.
“Kalau ada salah dan silaf dan ada kebijakan kami yang belum selaras dengan harapan bapak ibu, kami mohon maaf. Akan halnya, jika dari masyarakat kami telah maafkan,” ucap dia.
Selepas seremonial, Amsakar berkesempatan berbuka puasa bersama masyarakat setempat. Selanjutnya Salat Magrib, Isya serta Salat Tarawih secara berjamaah.
“Atas sambutan yang luar biasa ini, saya ucapkan terimakasih banyak,” tutup Amsakar.
(Rls)















