Penumpang Citilink Kesal, Bagasi Tujuan Makassar Tertinggal saat Transit di Jakarta

Selain Dimas, informasi menyebutkan ada dua orang penumpang lainnya di pesawat yang sama mengalami hal serupa. Sementara pada penerbangan berbeda, ada dua orang penumpang Citilink juga tertinggal barang bagasinya.

Kekecewaan pelayanan Citilink tidak hanya dirasakan Dimas dan penumpang lainnya yang barang bagasi tertinggal. Penumpang lainnya juga mengalami pelayanan yang buruk dari petugas Citilink di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Hal itu disampaikan pengacara kondang Batam, H. Masrur Amin. Ia menceritakan, Istri dan dua anaknya hendak pulang ke Batam. Namun pada saat antrean check-in di Bandara Sultan Hasanuddin petugas Citilink melontarkan kata-kata yang tidak pantas.

“Ketika itu antrean panjang. Lantas anak saya maju ke depan minta didahulukan karena yang mengantre dari berbagai tujuan, sementara pesawat Citilink yang akan dinaiki keluarga saya tak lama lagi akan berangkat,” ujarnya melalui sambungan seluler.

Bukannya mendapat respons yang baik, petugas Citilink bagian check-in malah menyuruh anaknya untuk menanyakan kepada calon penumpang lainnya yang sedang mengantre.

“Tanya penumpang lainnya bersedia apa tidak. Kalau bersedia saya layani tapi kalau terlambat karena pesawat sudah terbang bukan salah kami,” kata Masur Amin mencontohkan ucapan petugas Citilink.

“Mendengar ucapan kasar dari petugas Citilink itu anak saya langsung menangis,” ujarnya.

Untung saja, pesawat yang ditumpangi delay sesaat lantaran masih banyak penumpang lainnya yang belum check-in.

“Sebagai seorang ayah dan kepala keluarga jelas saya tersinggung dan kecewa. Saya harapkan petinggi Citilink dapat mendidik petugasnya untuk bertuturkata yang rendah hati kepada calon penumpangnya. Baik buruk di mata masyarakat ada pada petugas di lapangan,” tutupnya.

(Red)