BATAM, AlurNews.com – Pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau melakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatra Utara dalam bidang pangan.
Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan mengatakan sejumlah komuditas pangan akan dipenuhi dari daerah setempat di antaranya nanas sipahutar, kentang, jeruk siamadu, kubis, tomat, pisang barangan, padi gogo, padi sawah, kacang tanah, jagung, cabai rawit, cabai merah.
“Jadi wilayah kita penghasil ya, ada beras, tomat, cabai, sayur kacang, padi, jadi produksi pertanian kita terus naik,” kata Nikson, Senin (31/5/2022).
Dengan adanya MoU ini, menurut Nikson dapat mensejahterakan petani lokal di Tapanuli Utara serta membantu Pemkot Batam dalam memenuhi pasokan pangan masyarakat setempat.
“Kita ingin produksi naik, harga bagus tani sejahtera. Kebetulan Batam ini membutuhkan produksi pertanian yang besar, sektor pangan. Dan kalau harga di Kota Batam bagus, kenapa tidak,” ujar dia.
Terkait teknis pengiriman, Nikson mengatakan hal tersebut akan lebih murah jika prosesnya bisa langsung dari bandara Internasional Silangit Tapanuli Utara ke Bandara Internasional Hang Nadim Batam, dengan intensitas pengiriman sebanyak 2 kali dalam sepekan.
“Jadi kita sudah bicarakan dengan pak wali, rencana kita bagaimana nanti pak wali akan mencoba menganalisis biaya, bagaimana nanti 2 kali seminggu kargo masuk bandara Silangit di Tapanuli Utara bandara internasional,” kata Nikson.
Sementara itu, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan teknis dari kerjasama ini akan ditindaklanjuti melalui dinas terkait, agar pasokan komuditas pangan di daerah setempat bisa terpenuhi.
“Mou ini langsung kita tindaklanjuti. Kita hanya ingin kebutuhan pangan terpenuhi masuk semua dan tidak mahal. Terkait teknisnya nanti bagaimana akan bahas lagi dengan pak Mardanis (Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian),” kata Rudi.


















