
AlurNews.com – Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batam mendalami kasus tenggelam kapal pengangkut PMI di perairan Nongsa, Kota Batam pada Kamis (16/6) malam.
Komandan Lanal Batam Kolonel Laut (KH), Farid Ma’ruf menuturkan, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan mendalam terhadap para korban kapal karam yang mengangkut puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan dipekerjakan secara ilegal.
“Kami ingin mengetahui siapa yang menjadi tekong speed boat di antara rombongan. Namun dari 23 orang yang telah dievakuasi, seluruhnya berstatus korban atau PMI yang akan diberangkatkan menuju Malaysia secara ilegal,” ujarnya
Farid menyebutkan, hingga saat ini pihaknya mengaku masih mencari informasi mengenai ketujuh korban lain yang hilang dan masih dalam proses pencarian.
“Saat ini kami juga masih belum mengetahui identitas 7 korban lainnya, dan masih melakukan pendalaman terkait identitas mereka,” lanjutnya.
Lanal Batam juga mendapatkan informasi mengenai korban selamat yang meminta bantuan nelayan untuk diantarkan ke wilayah lain.
Informasi ini diakuinya didapat dari keterangan beberapa nelayan di perairan Nongsa, yang turut serta membantu upaya penyelamatan para korban kapal karam.
“Kita juga dapat info, bahwa selain 23 orang ini ada korban yang diselamatkan oleh nelayan lain, namun meminta untuk diantar ke wilayah lain, agar menghindari pantauan petugas yang ikut membantu upaya pencarian,” ujarnya.
Disinggung tentang proses selanjutnya, Lanal Batam mengaku telah berkoordinasi dengan BP2PMI mengenai status dan upaya pengembalian korban ke daerah asal.
Selain kembali mendalami dugaan keterlibatan jaringan penyalur PMI ilegal dari kawasan Batam ke negara tujuan seperti Malaysia.
“Januari kemarin kita melakukan penangkapan terhadap jaringan PMI ilegal di Batam. Kita juga kembali mendalami, apakah para pelaku tadi malam masuk ke dalam jaringan ini atau tidak,” ungkapnya.
Seperti diketahui, kapal speed boat yang memiliki dua mesin berkapasitas 200 PK, Kamis (16/6) malam karam di wilayah perairan Nongsa, akibat menabrak kayu saat menuju Malaysia.
Kapal tersebut diketahui mengangkut 30 PMI ilegal yang berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB), dan akan menuju Malaysia.
Saat ini diketahui sebanyak 23 orang PMI telah berhasil di evakuasi ke Mako Lanal Batam, sementara 7 lainnya masih dalam proses pencarian.
Kepala kantor SAR Tanjungpinang, Slamet Riyadi mengatakan pencarian terus dilakukan pihaknya, hingga Sabtu (18/6) siang belum membuahkan hasil.
“Sampai siang ini masih nihil,” ujarnya Sabtu (18/6).
Slamet menyebutkan pencarian hari ketiga ini melibatkan Crew KN SAR Purworejo 101 dan Tim Rescue Pos SAR Batam Melaks Pencarian dan Penyisiran Menggunakan KN SAR PURWOREJO 101 dengan jumlah kru 7 orang
“Adapun ikut dalam membantu proses pencarian ini ialah KN SAR Purworejo, Lanal Batam, Polri/polair Polda Kepri, KSOP Batam, Bakamla, Bea Cukai, BP2MI dan Masyarakat sekitar,” ujarnya. (Bob)