Awalnya Sebut ada Copet di Holywings, Kapolresta Barelang Ngaku Salah Terima Informasi

Nugroho menambahkan bahwa keributan di kota Batam terkait Holywings tidak sebesar di DKI Jakarta dan daerah lainnya.

“Alhamdulillah masyarakat Batam ini cinta damai anti kerusuhan,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Brigade Nusantara yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Holywings Batam dan terjadi kericuhan yang terjadi jelang penampilan Ariel bersama Noah di Holywings Batam.

Namun, aksi ini disambut oleh puluhan Orang Tidak Dikenal (OTK), yang langsung membubarkan (Mengusir) massa tepat saat melantunkan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

“Saya mendapat informasi bahwa manajemen menyewa orang untuk menghalangi aksi kami,” ungkap Ketua Brinus Batam, Edi Asmara beberapa waktu.

Edi juga menyebutkan, kedatangan puluhan massa OTK yang diduga disewa oleh manajemen tidak hanya berniat membubarkan, namun juga akan melakukan serangan fisik terhadap anggota Brinus yang akan melakukan orasi.

Dimana aksi yang dilakukan oleh Brinus, diakuinya hanya aksi damai guna menyampaikan beberapa poin tuntutan.

Diantaranya, meminta Holywings Batam meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat atas promosi kontroversi.

Menuntut Pemko Batam untuk mencabut izin operasional Holywings apabila tidak melakukan permintaan maaf.

“Kami hanya ingin menyampaikan tiga poin tuntutan. Tapi pihak manajemen kami duga menyewa oknum preman hanya untuk melakukan kekerasan. Mereka saat mendatangi kami, sudah membawa balok dan mencoba memukul kami. Untuk itu kami memilih mundur,” terangnya.(Bob)