Program Kepri Terang Mencapai Desa Terluar

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat meninjau pembangkit listrik di Desa Bayat. Ft Humas Pemprov

AlurNews.com – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad berkomitmen untuk terus merealisasikan program Kepri terang. Program ini tidak hanya menjamah desa-desa di wilayah Batam dan Pulau Bintan saja. Tapi hingga ke desa-desa terluar seperti di Anambas.

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Kepri Rasio  Desa Berlistrik (RDB) di Kepri mencapai 9375  persen dan rasio elektrifikasi PLN sebesar 98,65 persen.

“Komitmen saya memastikan aliran listrik sampai ke masyarakat,” kata Ansar Ahmad saat berkunjung ke Desa Bayar, Palmatak, Anambas, Kamis (14/7).

Desa Bayat termasuk salah satu yang terdampak dari program Kepri Terang. Desa ini sudah dialiri listrik sejak 2021. Listrik di desa ini berasal dari  mesin diesel Deutz F10L413F. Mesin ini mampu menghasilkan daya 100 kW.

Keberadaan mesin ini dapat membuat sebanyak 158 KK di Desa Bayat menikmati menikmati aliran listrik selama 14 jam dari  pukul 17.00 hingga pukul 07.00.

“Secara bertahap kami ingin menuntaskan program Kepri Terang ini. Sekarang dengan aliran listrik yang masuk, warga bisa melakukan lebih banyak aktivitas. Terutama anak-anak untuk belajar di malam hari,” ungkap Ansar.

Selain desa Bayat, setidaknya ada delapan desa lain di Kabupaten Kepulauan Anambas yang sudah menikmati aliran listrik. Desa-desa tersebut adalah desa Sunggak, Air Putih, Serat, Lingai, Mujan, Kiabu, Mengkait, dan Telaga.

Program Kepri terang juga menyasar ke Kabupaten Karimun seperti desa Degong, Selat Mi, Ngal, dan Semembang.  Kabupaten Lingga, desa yang baru saja berlistrik adalah desa Busung Panjang.

“Dari waktu ke waktu kita coba tingkatkan lagi jam nyalanya, yang masih tujuh jam kita tambah jadi empat belas jam, yang empat belas jam kita coba penuh dua puluh empat jam, kita nanti bahas bersama PLN,” ujarnya.