Walau demikian, sebagai kader partai, Amsakar mengaku tetap manut dengan perintah atau arahan dari partainya.
“Tapi eskalasi dan konstelasi politik ini banyak sekali faktor yang mewarnai dan mempengaruhi. Saya sebagai kader partai tentu mengikuti arah partai ke depan. Bagaimana endingnya nanti, kita lihat saja. Terlalu prematur untuk mengatakannya sekarang,” ujarnya.
Meski berniat untuk maju di Pilwako Batam, Amsakar tak begitu berambisi untuk merebut ruang tersebut.
Jalan masih panjang, tak menutup kemungkinan juga akan terjadi kejutan menjelang Pilkada nanti.
“Kalau ruang saya tidak terbuka untuk itu, berarti Allah menginginkan saya untuk istirahat,” pungkasnya.
Sosok Amsakar Achmad memang kuat dikabarkan akan menjadi penerus kepemimpinan Rudi di Batam. Namun, hal itu bisa saja terjadi jika Marlin tidak maju di Pilwako Batam.
Dalam aplikasi polingkita.com. Amsakar dan Marlin yang disandingkan dengan Jefridin Sekda Kota Batam tampak bersaing ketat.
Dari 849 pemilihan dalam aplikasi itu, duet Marlin-Jefridin lebih unggul dibandingkan dengan duet Amsakar-Jefridin.
Duet Amsakar-Jefridin baru menghasilkan 283 pemilih. Sedangkan Marlin-Jefridin telah meraih 431 pemilih. Hal itu menarik untuk di nantikan. Akankah Amsakar dan Marlin bertarung di Pilwako Batam 2024 nantinya.
(Bob)

















