Polres Kampar Gelar FGD Bahas Kenaikan BBM

Polres Kampar
Polres Kampar gelar kegiatan Forum Group Discussion (FGD) bahas kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Balai Bupati Kampar. F Golan.

AlurNews.com – Polres Kampar gelar kegiatan Forum Group Discussion (FGD) bahas kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Balai Bupati Kampar, Kamis (8/9).

FGD itu menghadirkan sejumlah narasumber dan ahli. Selain itu kegiatan juga dihadiri sejumlah instansi pemerintahan, perusahaan dan perguruan tinggi.

Kapolres Kampar AKBP Didik Priyo Sambodo mengucapkan terima kasih kepada semua undangan yang hadir dalam kegiatan FGD pasca kenaikan harga BBM.

Baca juga : BBM Naik, Polres Kampar Bagikan Paket Sembako ke Sopir Truk dan Angkutan Umum

“Kami bersama Forkopimda Kampar akan selalu menjaga stabilitas situasi Kamtibmas, kami akan terima aspirasi, keluhan masyarakat dan akan selalu kami kawal dalam penyampaian aspirasi,” kata Didik.

Ia menjelaskan, FGD ini digelar dengan mengundang para ahli agar kita mendengarkan masukan, saran dari pihak terkait untuk mengetahui tindakan apa yang harus kita lakukan ke depannya.

“Kami akan berusaha menjaga Kamtibmas di Kabupaten Kampar pasca kenaikan harga BBM,” kata Didik.

Didik menjelaskan, SPBU di Kabupaten Kampar berjumlah 22 dan tersebar di 13 Kecamatan, di 11 Polsek Jajaran Hukum Polres Kampar.

“Apabila ada Anggota Polri yang bermain dengan BBM akan kami tindak tegas,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap pelaku penyalahgunaan BBM guna mencegah kelangkaan terhadap BBM.

“Kita bersama-ama dapat bekerja sama untuk menciptakan situasi tetap aman dan kondusif,” ajaknya.

Selanjutnya, ada paparan dari narasumber, Kabag Perekonomian dan SDA Kabupaten Kampar, Zamhur.

Ia mengatakan pemerintah pusat sebelum mengeluarkan kebijakan kenaikan harga BBM jauh-jauh hari sudah membuat langkah strategis.

Baca juga : Polres Kampar Musnahkan 13,23 Gram Sabu

Zamhur mengatakan kenaikan BBM ini salah satunya ingin memperbaiki subsidi BBM 80 persen tidak tepat sasaran.

“Beberapa strategi sudah dilakukan dalam mengantisipasi dampak kenaikan BBM ini,” jelas Zamhur.

Ia mengatakan, pemerintah berupaya mengoptimalkan Satgas harga dan pangan di tiap-tiap daerah dan melaporkan harga barang dan mendata suplai.

Pemerintah juga mengajak masyarakat menanam tanaman pangan cepat panen seperti cabai, sayur, agar meminimalisir pengeluaran tiap masyarakat.

“Dari level pusat sampai desa,” ujar Zamhur.