AlurNews.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan menaikkan tarif pass penumpang internasional di Pelabuhan Batam. Hal ini sebagai komitmen untuk meningkatkan pelayanan terbaik bagi para penumpang moda transportasi laut.
Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol Ariastuty Sirait mengatakan kebutuhan pelayanan penumpang senantiasa meningkat, hal ini dibarengi dengan peningkatan biaya operasional Pelabuhan yang semakin tinggi. Oleh karena itu akan dilakukan penyesuaian tarif khusus penumpang internasional.
Saat ini, besaran pass penumpang Internasional sebesar 7 dollar Singapura yang kemudian dilakukan konversi dollar ke rupiah melalui Peraturan Kepala BP Batam Nomor 17 Tahun 2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jenis dan Tarif Layanan pada Kantor Pelabuhan Laut Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, sebesar Rp 65.000.
Baca juga: BP Batam Berencana Pindahkan Terminal Kapal Pelni di Pelabuhan Bintang 99
Ariastuty menyebut besaran tarif saat ini sudah tidak relevan. Sehingga, BP Batam akan melakukan penyesuaian tarif pass penumpang Internasional seiring dengan peningkatan layanan.
Tuty mengatakan BP Batam telah melakukan diskusi dan sosialisasi dengan para pengelola Pelabuhan Penumpang Internasional dan operator.
“Penyesuaian tarif dilakukan dalam rangka upaya peningkatan pelayanan kepada penumpang internasional,” ujarnya, Kamis (2/2/2023).
Sejak tahun 2012, BP Batam belum pernah melakukan penyesuaian besaran pass penumpang Internasional di Pelabuhan Batam.
Dengan penyesuaian ini, maka besaran pass penumpang Internasional di Pelabuhan Batam yang sebelumnya sebesar Rp 65.000 akan menjadi Rp 100.000 per orang.
Ia menambahkan Singapura bahkan telah lebih dulu melakukan penyesuaian tarif.
Pengelola Terminal Ferry di Singapura sendiri telah menaikkan besaran pass penumpang Internasional dari 7 Dollar Singapura menjadi 10 Dollar Singapura per November 2022 lalu.
Tuty menegaskan penyesuaian pass penumpang Internasional ini akan diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan yang optimal bagi seluruh pengguna jasa kepelabuhanan.
“Sehingga kami membutuhkan dukungan semua pihak demi penataan sarana dan prasarana Pelabuhan yang lebih baik lagi,” kata dia. (Pije)


















