BP Batam Pastikan Pelebaran Jalan Tak Hambat Penghijauan

pelebaran jalan di batam
Rencana pelebaran jalan koridor utama dari arah dan ke bandara. Foto: Humas BP Batam.

AlurNews.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam pastikan pelebaran jalan tak hambat penghijauan. Pelebaran jalan merupakan salah satu konsen BP Batam dalam pembangunan.

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol Ariastuty Sirait mengatakan pelebaran jalan yang dilakukan BP Batam, untuk meningkatan kinerja jalan sehingga dapat mengakomodir mobilitas dan aksesibilitas kendaraan hingga jangka waktu yang panjang.

“Agar dapat mempertahankan kinerjannya, jalan harus selalu dipantau kemampuannya dalam melayani mobilitas kendaraan dan lalu lintas jalan,” kata Tuty.

Baca juga: Tinjau Progres Pertumbuhan Pohon Jati Emas, Ini Harapan Kepala BP Batam

Pekerjaan pelebaran jalan koridor utama dari arah dan ke bandara adalah salah satu proyek yang saat ini tengah dalam proses pengerjaan.

“Sebelumnya estimasi 4 sampai 5 lajur masing-masing. Namun dengan pertimbangan proyeksi Batam ke depan, jalan akan dibuat 6 lajur,” kata Tuty.

Tak hanya itu, pihaknya juga memastikan pembangunan yang ada harus berwawasan lingkungan. Sehingga ditargetkan Kota Batam dapat terus berkembang secara infrastruktur sebagai Kota Baru yang modern namun tetap hijau dan asri.

Saat ditanya perihal perkembangan pohon jati emas, Tuty mengatakan bahwa pelebaran yang ada tidak akan menghambat program penghijauan Batam dengan penanaman pohon jati emas yang telah dimulai sejak akhir November 2022.

“Program penghijauan kami pastikan tidak akan terganggu. Untuk mereduksi resiko kerusakan, pohon akan dipindah pada titik yang sesuai, dan mengantisipasi apabila terdapat kerusakan pada proses pengerjaan jalan, kami sudah siapkan 12.000 pohon jati emas yang sehat yang saat ini direhab di Temiang,” tutur Tuty.

Pihaknya telah mempersiapkan jati emas yang direhabilitasi di Sei Temiang dan tumbuh dengan subur sehingga siap dilakukan pemindahan.

Tuty juga mengapresiasi kepada perusahaan yang terlibat dalam pengadaan pohon jati emas ini. Pihaknya memastikan BP Batam akan bertanggungjawab terhadap pohon jati emas ini sebagai komitmen terhadap penghijauan Kota Batam.

“Para pengusaha yg telah berpartisipasi dalam program ini tidak perlu khawatir, BP batam akan bertanggung jawab agar pohon jati emas dapat terus tumbuh dengan baik,” Kata Tuty.

Sementara itu, Direktur Infrastruktur Kawasan Ponco Subekti mengatakan pelebaran jalan hingga enam lajur diperlukan, seiring dengan kebutuhan layanan traffic jalan di Batam hingga 2028 yang diproyeksikan akan mengalami peningkatan.

Menurutnya, dengan adanya peningkatan pelayanan dan traffic di Bandara Hang Nadim dan Pelabuhan Batuampar diperlukan kapasitas hingga 6 lajur pada ruas jaringan jalan primer di Batam guna menjaga tingkat pelayanan jalan.

Ia mengatakan bahwa peningkatan dan penambahan prasarana jalan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan arus lalu-lintas yang semakin meningkat.

“Semakin baik prasarana jalan diharapkan distribusi barang ataupun jasa dapat berjalan dengan baik. Perbaikan kondisi ini, pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat,” kata Ponco.

Kasubdit Pembangunan Fasilitas Wisata dan Lingkungan Hidup Wulung Dahana mengatakan, bahwa sebanyak 12.000 pohon jati emas telah direhabilitasi di Sei Temiang dan tumbuh subur.

“BP Batam telah menyiapkan dua belas ribu pohon jati emas yang baru, yang telah direhabilitasi di Temiang. Tinggal menunggu waktu yang tepat. Semua yang ada di sana tumbuh dengan sangat baik,” Kata Wulung. (red)