Siswa SMAN 1 Batam Meninggal Usai Kegiatan Pramuka, DPRD Minta Evaluasi Sekolah

Ketua DPRD Batam, Nuryanto. (Foto: AlurNews.com)

AlurNews.com, Batam – Ketua DPRD Batam, Kepulauan Riau Nuryanto mengimbau SMAN 1 Batam untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan pramuka yang baru-baru ini berujung pada meninggalnya seorang siswa kelas 10 berinisial RAF.

Selain itu, politisi dari PDI Perjuangan ini juga mengingatkan sekolah untuk lebih memperhatikan kesejahteraan siswa yang mungkin memiliki kondisi kesehatan yang rentan selama pelaksanaan kegiatan. Meskipun siswa yang bersangkutan menyatakan kesediaannya untuk ikut dalam kegiatan tersebut, seharusnya sekolah telah mengambil langkah-langkah pencegahan yang lebih tegas untuk menghindari risiko seperti ini.

Nuryanto menekankan, “Pantau dengan cermat kondisi siswa-siswa kita. Jangan biarkan mereka memaksakan diri. Dampaknya bisa sangat berbahaya.” Pernyataan ini disampaikan pada Senin (28/8/2023).

Sebelumnya, berita telah melaporkan bahwa seorang siswa kelas 10 SMAN 1 Batam dengan inisial RAF meninggal dunia pada hari Sabtu, 26 Agustus 2023, setelah mengikuti kegiatan pramuka di sekolah.

Faza sempat dilarikan ke Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam, tetapi upaya penyelamatan tidak berhasil, dan akhirnya ia meninggal dunia.

Kepala Sekolah SMAN 1 Batam, Bakthiar, menjelaskan bahwa pada pagi hari itu, RAF tidak menunjukkan tanda-tanda yang mencurigakan. Pada sekitar pukul 10.00 WIB, ia bahkan masih sempat mengantar adik sepupunya ke sekolah. Keluarga juga membenarkan bahwa RAF tidak memiliki riwayat penyakit yang serius sebelumnya.

Namun, menurut Bakthiar, RAF tiba-tiba merasa pusing ketika sampai di sekolah. “Kami telah memberitahu siswa yang merasa tidak enak badan untuk tidak ikut dalam pelantikan calon penegak pramuka kelas 10 ini, dan ia (RAF) memilih untuk beristirahat di sekolah saat itu,” jelas Bakthiar, Minggu (27/8/2023).

Sekolah juga telah mencoba menghubungi keluarga untuk menjemput RAF pulang ke rumah, tetapi ia menolak dengan alasan bahwa ini adalah kehadirannya yang pertama setelah sekolah kembali beroperasi secara fisik.

Namun, pada sore harinya, RAF kembali merasa mual dan mengalami muntah-muntah. Ia segera dilarikan ke RSBP sebelum akhirnya meninggal dunia di rumah sakit. “Kita menerima kabar tentang meninggalnya anak kita sekitar pukul 21.40 WIB,” ungkap Bakthiar. (Nando)