Puluhan Titik Rawan Banjir di Batam, Begini Penanganan DBM-SDA

Hujan deras membuat kawasan Tiban Centre terendam banjir, Sabtu (28/10/2023). (Foto: AlurNews)

AlurNews.com – Hujan deras yang mengguyur Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Sabtu (28/10) kemarin, menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir.

Setidaknya ada 21 titik rawan banjir di Batam saat ini dari hasil rangkuman Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) setempat. Banjir tak cuma melanda jalan umum, tapi juga kawasan perumahan.

Kabid SDA DBM-SDA, Wan Taufik mengatakan, bahwa lokasi parah terendam banjir tempo hari berada di kawasan Tiban Center. Setelah dicek oleh petugas, ternyata banjir disebabkan saluran yang tersumbat.

“Itu tepatnya di simpang lampu merah depan Vitka Tiban Center. Setelah kami cek, salurannya tersumbat karena sampah dan kabel utilitas yang berserakan,” kata Taufik, Senin (30/10/2023).

Lalu, banjir juga melanda daerah Tiban Kampung. Akan tetapi, itu disebabkan serapan di bukit Tiban sudah jauh berkurang. Dinas juga telah meminta ke pihak kelurahan dan sekolah yang ada di sana untuk menanam kembali pohon di sekitar lokasi dan berkoordinasi dengan Dinas Perkimtan Batam.

Untuk penanganan, DBM-SDA sudah menyiapkan rencana, baik itu jangka pendek dan jangka panjang. Penanganan jangka pendek, ialah secara rutin dilakukan pembersihan atau normalisasi saluran baik menggunakan alat berat maupun tenaga manusia.

Kemudian, lanjut dia, untuk penanganan jangka panjang, dilakukan pembangunan drainase secara permanen untuk daerah-daerah yang masih bisa air mengalir mengandalkan gravitasi.

Sedangkan untuk daerah yang dipengaruhi pasang air laut sudah seharusnya penanganan banjir menggunakan sistem polder atau penanganan banjir dengan kelengkapan bangunan sarana fisik yang meliputi saluran drainase, kolam retensi, pompa air, yang dikendalikan sebagai satu kesatuan pengelolaan dan juga pompa air.

“Ini penanganan jangka panjang di hilir. Sedangkan untuk di hulunya, harus dikembalikan fungsi daerah resapan air dengan melakukan penghijauan dan mempertahankan RTH sesuai ketentuan yang ada. Selain itu, perlu kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan,” pungkasnya. (Arjuna)