AlurNews.com– Perdana mengenakan seragam di kantor, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batam I Ketut Kasna Dedi, tampak antusias dengan tugas yang diemban.
Ia baru saja dilantik sebagai Kajari Batam, menggantikan Herlina Setyorini, pada Kamis (2/11/2023) lalu. Kemudian, pada Jumat (3/11/2023) ia berkesempatan langsung masuk ke kantor.
“Baru sertijab Kamis lalu, Jumat sore perdana ngantor di sini. Ini senin perdana saya resmi pakai seragam ke kantor,” kata dia, usai acara pisah sambut Kajari Batam, Senin (6/11/2023).
Baca Juga: Sejumlah Pejabat Baru di Kejati Kepri Dilantik, Ada Kajari Batam dan Karimun
Kasna mengaku akrab dengan para jurnalis. Pasalnya, selama bertugas sebagai jaksa negara, dia sering menduduki jabatan di bidang intelijen. Untuk itu, dirinya mengharapkan sinergitas pers dalam setiap kegiatannya.
“Kami tidak menutup diri sekiranya ada yang perlu diminta informasi, bisa langsung ke Pak Kasi Intel. Kami sangat terbuka, apa yang kami kerjakan silahkan di-publish. Saya banyak di Intel, sangat dekat dengan teman-teman media,” katanya.
Mengenai 100 hari kerja di Kejari Batam, Kasna menyebut bakal menindaklanjuti kinerja Kajari pendahulunya. Bahkan, tak menutup kemungkinan juga bakal ditingkatkan lagi ke depannya.
Berbicara mengenai kinerja, Kasna akan mengukur terlebih dahulu kekuatan pribadi maupun SDM yang ada. Dari situ, nantinya akan ketemu apa-apa saya yang perlu dan harus dibenahi agar setiap pekerjaan dapat terselesaikan dengan baik.
“Seperti ada PR mengenai Rempang, namun bukan hanya Rempang saja yang jadi PR kami, banyak hal lain yang harus saya manage ke depan. Ini perlu waktu untuk saya mempelajari terlebih dahulu. Saya tidak mau muluk-muluk. Yang sudah menjadi program akan kita jalankan dengan dukungan SDM yang ada,” jelasnya.
Sedikit menyoal kasus Rempang, pada dasarnya, ia menganggap bahwa itu merupakan perkara pidana umum seperti biasanya. Akan tetapi, hal itu menjadi atensi nasional, jadinya perkara itu terasa lebih menarik.
“Saya belum melihat berkasnya. Nanti saya akan baca dan pelajari lebih dalam,” ujar dia.
Batam Menurut Kajari Kasna
Kota Batam tak asing lagi bagi Kasna. Dia mengaku kerap mengunjungi Bandar Dunia Madani. Terhitung, ada sekitar enam kali dia berkunjung ke Batam sebelumnya.
Meski sering ke Batam, dirinya mengaku belum mengetahui secara sepesifik akan karakter kota ‘Teh Obeng’ tersebut, baik itu masyarakatnya, kultur, dan budaya daerah setempat.
“Saya sering bolak-balik ke sini. Dulu saya pernah ngejar DPO ke sini, ada pelatihan di sini, ada juga terkait koordinasi siber pungli di sini. Mungkin sekitar 5-6 kali ke sini. Mudah-mudahan tidak ada kendala dalam pelaksanaan tugas kami ke depan,” kata Kasna.
Di sini lain, dia melihat Batam merupakan salah satu kota di Indonesia yang menjadi perhatian khusus lantaran berbatasan langsung dengan negara lain. Dari sisi kompleksitas perkara pun baginya berbeda dengan daerah lain.
Walau begitu, ia berbangga hati dengan jabatan yang diemban sekarang. Diberikan mandat dan amanah menjadi Kajari Batam merupakan salah satu dari sekian banyak pencapaian terbaiknya selama bertugas.
“Kenapa saya bangga, karena ini merupakan suatu kepercayaan buat saya untuk mengemban tugas di sini. Daerah ini menjadi sorotan, bukan cuma di lokal maupun nasional, tapi juga internasional. Pasti ada kiat dan strategi khusus dalam penyelesaian perkara yang ada,” ujarnya. (Arjuna)