AGSI Kepri Dorong Pemanfaatan Teknologi bagi Guru Sejarah

AGSI Kepri
Pengurus dan anggota AGSI Kepri usai workshop kesejarahan, Jumat (12/1/2024). Foto: AlurNews.com/Nando

AlurNews.com – Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar workshop kesejarahan bertajuk “Implementasi Pembelajaran Sejarah dalam Kurikulum Merdeka”.

Workshop tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus AGSI Kepri periode 2024-2028.

Ketua AGSI Kepri, Maryanto, mengatakan workshop tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru sejarah tentang sejarah dan kurikulum merdeka. Menurutnya, sejarah bukan sekadar ilmu, tetapi juga ideologi bangsa.

Baca Juga: Kukuhkan Pengurus FKIP Kepri dan Buka Pelatihan Tailor Made Training, Ini Pesan Gubernur Ansar

“Sejarah harus dijaga dan dilestarikan. Kita harus menyadarkan semua pihak bahwa sejarah penting untuk dipelajari,” kata Maryanto, Jumat (12/1/2024).

Dalam kurikulum merdeka, jam pelajaran sejarah di sekolah mengalami pengurangan. Hal ini menjadi perhatian AGSI Kepri. AGSI mendorong agar jam pelajaran sejarah tidak dikurangi.

“Kami ingin memastikan bahwa pembelajaran sejarah tetap ada di kurikulum. Sejarah harus diajarkan kepada generasi muda agar mereka tidak melupakan nilai budaya bangsa,” kata Maryanto.

AGSI Kepri telah berdiri sejak tahun 2017. Salah satu tujuan organisasi ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan guru sejarah. Dalam workshop tersebut, AGSI Kepri juga membahas program peningkatan kesejahteraan guru sejarah.

“Kami ingin memanfaatkan teknologi yang sudah berkembang untuk membuat pembelajaran sejarah lebih menarik bagi siswa. Kami juga ingin memberikan motivasi kepada guru sejarah agar mereka lebih peduli dengan nilai sejarah bangsa,” kata Maryanto. (Nando)