
AlurNews.com – Menindaklanjuti arahan dari Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, yang meminta percepatan pembangunan Terminal 2 di Bandara Hang Nadim Batam, PT BIB berupaya menyelesaikan itu sesuai waktu yang ditentukan.
Direktur Utama PT BIB, Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan, bahwa hal itu sejalan dengan upaya dan kerja keras BP Batam dalam membangun Bandar Dunia Madani menjadi kota yang maju dan modern.
“Salah satu proyek yang sangat strategis selain pelabuhan adalah pembangunan Bandara Hang Nadim Batam baik renovasi Terminal 1 yang saat ini sedang berlangsung, juga pembangunan Terminal 2 yang sangat ditunggu tunggu masyarakat yang sesuai rencana akan diselesaikan dalam waktu 35 bulan,” ujar dia, Senin (5/2/2024).
Ia mengaku, jika BP Batam sangat konsen atas pengembangan bandara dengan dukungan pembangunan jalan menuju ke bandara yang sebelumnya hanya terdiri dari dua lajur dikembangkan menjadi lima lajur, serta dimulainya pembangunan jalan tembus menuju lokasi Terminal 2.
“Ini untuk akselerasi mendukung keberadaan Terminal 2 Bandara Hang Nadim dengan akses yang lebih baik,” ujarnya.
PT BIB selaku Badan Pelaksana KPBU Bandara Hang Nadim terus berupaya dalam mewujudkan bandar penerbangan modern dan berkelas internasional sesuai dengan target waktu yang sudah disepakati.
“Bapak Kepala BP Batam (Muhammad Rudi) pada dasarnya telah memberikan persetujuan atas perubahan konsep design Bandara Hang Nadim yang semula pada saat proposal awal design yang diajukan berkonsep bandara dengan atap berbentuk 1000 kuncup. Maka demi memadukan dan sejalan dengan visi Batam menjadi Kota Modern dan Maju maka konsep bandara disesuaikan menjadi lebih fururistik, modern dan luxury,” terang Pikri.
Meski begitu, tetap mengadopsi kearifan lokal berupa kepak sayap burung elang dan batik, serta flora dan fauna khas Kepri. Semisal ikan marlin yang dibalut dalam nuansa modern, sehingga memberikan kesan yang jauh lebih baik.
Perubahan konsep design yang fundamental dan menyeluruh tersebut, baik ekterior maupun interior ini, membawa konsekuensi yang cukup besar atas semua yang telah disiapkan sebelumnya.
Proses perubahan design ini, lanjut Pikri, melibatkan konsultan design internasional dari Korea. Prosesnya memakan waktu yang lebih panjang, mengingat design yang disajikan benar-benar digali dan dikaji secara mendalam sesuai filosofi yang diinginkan.
Dalam tahapan pembangunan Terminal 2, setelah konsep design disesaikan, maka penyelesaian detail engeneering design dari mulai pondasi sampai ke atap dari dinding lantai sampai plafon, semua brand coridor yang akan digunakan kualitasnya dilakukan perubahan total, sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama dalam penyelesaiannya.
Lalu, pada proses pembuatan DED terus dikebut sehingga diharapkan April atau Mei 2024 bisa dirampungkan. Pikri optimis pembangunan ditargetkan selesai tepat waktu dengan semua DED yang sudah disetujui.
“Target Kepala BP Batam untuk mengusahakan semua infrastruktur dapat selesai, dalam waktu bersamaan hal itu menjadi tugas pokok PT BIB untuk mewujudkannya. Kami dalam waktu dekat akan segera menghadap Kepala BP Batam guna persetujuan Interior design yang sudah disiapkan serta menentukan langkah selanjutnya memulai pembangunan,” ujar Pikri.
Selain membangun fisik bandara, PT BIB juga terus mengupayakan pengembangan penerbangan baik domestik maupun internasional. Diantaranya yakni penerbangan Batam-Kunming, China, mulai 21 Janari 2024 serta akan menyusul segera penerbangan Batam – Kuala Lumpur, Malaysia, mulai 17 Februari 2024.
“Serta berita gembira dari pemerintah Indonesia dan Korea yang baru saja menyepakati hak angkut antar negara khususnya penerbangan langusung Batam – Korea 7 kali seminggu. Sebagaimana kita tahu bahwa selama ini penerbangan langsung dari Korea ke Batam baru dijalankan dengan charter flight,” ujar dia. (Arjuna)

















