Ini Penjelasan Pihak ASDP Tanjunguban Terkait Keterlambatan Mobil Pikap Bermuatan Sayur

Penanggung Jawab Pelabuhan RoRo ASDP Tanjunguban, Sukma Nugraha. (Foto: AlurNews)

AlurNews.com – Penanggung Jawab Pelabuhan RoRo ASDP Tanjunguban, Sukma Nugraha, mengungkapkan keprihatinannya terkait insiden sejumlah mobil pikap muatan sayur yang menyebabkan keterlambatan dan ketidaknyamanan bagi penumpang.

Sukma mengungkapkan kronologi pikap yang bermuatan sayur tersebut tiba di Pelabuhan Tanjunguban terlambat pada pukul 17.00 WIB tanpa memberikan informasi sebelumnya kepada pihak pelabuhan.

“Pelabuhan sudah membuka loket sejak jam 15.00 WIB, dan kendaraan yang telah mengantre dan mendapatkan tiket sesuai kapasitas kapal,” tutur Sukma, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rabu (15/5/2024).

Baca juga: Pedagang Sayur di Natuna Mengeluh Mobil Sembako Tidak Diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjunguban

“Setelah tiket terjual, pikap bermuatan sayur baru tiba dan memaksa masuk dengan alasan barang busuk,” tambahnya.

Pihaknya juga sudah menyarankan sopir tersebut untuk datang lebih awal jangan selalu datang di pukul 17.00-18.00 WIB.

“Kalau datangnya di pukul 17.00-18.00 WIB, kami sudah selesai menjual tiket dan siap untuk mengatur muatan yang masuk ke Kapal. Mereka tidak terima dan malah demo di dermaga, akibat demo itu kapal terlambat berangkat sekitar pukul 21.00 WIB,” ucapnya.

Sukma Nugraha mengungkapkan hal ini menyebabkan muatan yang sudah dimuat ke Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Bahtera Nusantara 01 terhambat, dikhawatirkan mengorbankan kendaraan yang sudah dimuat ke kapal untuk dikeluarkan lagi bukanlah langkah yang bijaksana.

“Hal ini berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi penumpang yang harus terlambat sampai di tujuan dari Tanjunguban dan berpotensi mendapat keluhan,” jelasnya.

Ia menyatakan bahwa pelabuhan akan melakukan evaluasi terkait insiden ini serta meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Langkah-langkah preventif akan diambil untuk memastikan kelancaran operasional pelabuhan dan kepuasan para penumpang.

“Kami sarankan ke mereka yang mengunakan jasa untuk sayur atau barang mudah busuk tolong dibuatkan grup jadi mereka bisa konfirmasi ke operator,” ucapnya.

Sukma juga menjelaskan pihaknya selalu mengutamakan muatan sayur-sayuran atau barang yang mudah busuk.

“Selama ini kami selalu memprioritaskan hanya saja mereka tidak pernah koordinasi dengan operator akan tiba atau terlambat datang, kalau saja mereka memberitahu operator pasti akan kami prioritaskan,” ungkapnya. (Fadli)