AlurNews.com – Sebagai upaya untuk meningkatkan kepemilikan Fuel Card 5.0 dalam pembelian Pertalite, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam melakukan jemput bola. Pihaknya siap jemput bola di kawasan perusahaan, instansi, ataupun lingkungan pemukiman.
Kepala Disperindag Kota Batam Gustian Riau mengatakan jemput bola ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat yang ingin melakukan pendaftaran kartu pengendali Fuel Card 5.0 secara kolektif.
“Jika di suatu lokasi banyak yang mau daftar secara kolektif atau serentak, kami siap melayani langsung dengan datang ke lapangan. Kami akan turun ke lapangan bersama perbankan,” kata Gustian.
Ia menyampaikan melalui upaya itu diharapkan dapat meningkatkan kepemilikan kartu pengendali Fuel Card 5.0. Sehingga penerapan Fuel Card saat membeli Pertalite dapat terlaksana secara keseluruhan pada Maret 2025.
“Pada prinsipnya kami tidak mau tanggal 28 Februari 2025 nanti masih sedikit yang daftar,” katanya.
Berdasar hasil kajian yang dilakukan Disperindag Kota Batam, kebutuhan Pertalite untuk kendaraan roda empat dalam per hari sebanyak 20 liter.
Gustian juga menjelaskan perbedaan antara Fuel Card 5.0 dan QR Code MyPertamina yang digunakan dalam pembelian BBM subsidi untuk kendaraan.
Ia mengatakan QR Code MyPertamina digunakan sebagai sistem untuk mendata kendaraan yang akan menerima BBM subsidi Pertalite dan memastikan hanya kendaraan yang terdaftar yang dapat membeli BBM subsidi.
“Jadi QR Code MyPertamina itu hanya untuk pendaftaran kendaraan untuk mendapatkan subsidi karena selama ini tidak ada pendataan,” katanya.
Sementara Fuel Card 5.0 merupakan alat yang digunakan untuk membatasi penggunaan BBM Subsidi serta sebagai media untuk memantau jumlah pembelian Pertalite yang dapat dilakukan oleh kendaraan.
Gustian berharap dengan adanya Fuel Card 5.0, pendistribusian BBM subsidi lebih tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. (Roma)

















