Anggota DPRD yang Diduga Intervensi Dokter Spesialis RSUD Tarempa Beri Tanggapan

dokter spesialis rsud tarempa
RSUD Tarempa. Foto: Instagram/RSUD Tarempa

AlurNews.com – Oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Anambas, berinisial, AN, khawatir bahwa klarifikasi atas peristiwa diduga intervensi seorang dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarempa akan menimbulkan kegaduhan dan kesalahpahaman, sehingga salah tafsir di masyarakat.

“Bukan tidak mau mengklarifikasi atau konfirmasi, sebaiknya nanti aja. Saya mendapat informasi, FPK akan melakukan audiensi dengan DPRD,” ujarnya, saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp, Rabu (11/12/2024).

Ia mengungkapkan belum menerima surat permohonan audiensi dari Forum Pembauran Kebangsaan (FPK).

“Kita masih belum menerima surat audensi. Untuk teknisinya ke Sekretariat Dewan (Setwan),” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Anambas, John Aquarius, menyatakan bahwa hingga siang ini belum ada surat masuk terkait permohonan audiensi tersebut.

“Sampai siang tadi belum ada surat masuk,” ungkap John.

Sebelumnya, Forum Pembauran Kembangsaan (FPK) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) menyayangkan tindakan oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas yang diduga mengintervensi seorang dokter spesialis bedah di RSUD Tarempa.

Ketua FPK KKA, Supardi, yang didampingi 11 Ketua Paguyuban setempat, mengungkapkan keprihatinannya atas insiden tersebut yang terjadi pada Sabtu (7/12/2024).

Intervensi tersebut dianggap berlebihan, mengingat dokter yang dimaksud, berinisial NN, tengah merawat seorang pasien.

“Kejadian ini memberikan preseden buruk bagi dunia kesehatan di Anambas, mengingat tenaga medis sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Supardi. (Fadli)