Lonjakan Nataru Tanpa Insiden, Bandara Hang Nadim Batam Catat 244 Ribu Penumpang

Bandara Hang Nadim Batam catat 244 ribu penumpang selama Nataru 2026. (Foto: AlurNews)

AlurNews.com – Lonjakan arus penumpang selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam selama 19 hari operasional posko, bandara melayani lebih dari 244 ribu penumpang dengan tingkat keselamatan dan kelancaran penerbangan tetap terjaga.

Direktur Operasi Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Anton Marthalius mengatakan, posko Nataru yang berlangsung sejak 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 resmi ditutup dengan capaian positif.

“Selama periode posko, tidak ada kejadian signifikan seperti divert maupun insiden keselamatan. Ini hasil kerja sama seluruh stakeholder bandara,” kata Anton.

Secara kumulatif, jumlah penumpang tercatat mencapai 244.339 orang, meningkat 5,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pergerakan penerbangan juga naik 6,2 persen dengan total 1.701 penerbangan.

Di tengah tingginya trafik penumpang, Bandara Hang Nadim juga mencatat On Time Performance (OTP) rata-rata sebesar 70,5 persen, sementara pergerakan kargo justru mengalami penurunan 3,2 persen

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, bandara membuka layanan 113 penerbangan tambahan dari total 157 pengajuan extra flight yang diajukan maskapai. Namun, tidak semua pengajuan direalisasikan.

“Realisasi extra flight disesuaikan dengan tingkat keterisian penumpang serta persetujuan dari Kementerian Perhubungan,” ujar Anton.

Dari sisi rute, Batam – Jakarta menjadi jalur tersibuk dengan sekitar 35 ribu penumpang, disusul rute Batam – Kualanamu sebanyak 20 ribu penumpang. Rute lain yang mencatat trafik tinggi yakni Batam – Pekanbaru sebanyak 16 ribu penumpang, Batam – Surabaya sebanyak 8.700 penumpang, Batam – Palembang sebanyak 8.400 penumpang, dan Batam – Padang sebanyak 7.700 penumpang.

Maskapai Lion Air Group menjadi kontributor terbesar trafik penumpang dengan pangsa sebesar 39 persen, diikuti Citilink sebesar 24 persen, Super Air Jet sebesar 20 persen, Garuda Indonesia sebesar 6 persen , dan Batik Air sebesar 5 persen. Rata-rata tingkat keterisian kursi selama Nataru tercatat 78 persen, sejalan dengan capaian nasional.

Anton menjelaskan, puncak arus keberangkatan terjadi pada 24 Desember 2025 dengan 15.743 penumpang dan 103 pergerakan pesawat. Sementara arus balik tertinggi tercatat pada 3 Januari 2026 dengan 18.033 penumpang dan 109 pergerakan pesawat.

Terkait pelayanan, Anton memastikan seluruh keluhan penumpang masih dalam batas wajar. Komplain yang muncul umumnya berkaitan dengan keterlambatan penerbangan dan dapat ditangani sesuai prosedur.

“Keluhan yang ada bersifat operasional dan berhasil ditangani melalui mekanisme delay management,” ujarnya. (Nando)