Melahirkan di KMP Lome saat Cuaca Ekstrem, Seorang Ibu Meninggal Usai Tiba di Batam

Asmidar (38) penumpang KMP Lome meninggal dunia paska melahirkan di atas kapal saat berlayar dari Pelabuhan Mengkapan, Tanjung Buton, Riau menuju Pelabuhan ASDP Telagapunggur, Batam, Sabtu (3/1/2026) lalu. (Foto: AlurNews)

AlurNews.com – Seorang warga Batam bernama Asmidar (38) dlaporkan meninggal dunia paska melahirkan di atas kapal KMP Lome saat kapal berlayar dari Pelabuhan Mengkapan, Tanjung Buton, Riau menuju Pelabuhan ASDP Telagapunggur, Batam yang dilaporkan terjadi pada, Sabtu (3/1/2026) lalu.

Korban dilaporkan meninggal dunia sesaat setelah tiba di Pelabuhan ASDP Telagapunggur. Korban sendiri dilaporkan harus melalui proses bersalin di tengah perjalanan yang menembus kondisi cuaca ekstrem, walau demikian bayi yang dilahirkannya dinyatakan selamat.

“Benar, kejadian berlangsung pada Sabtu kemarin saat kapal akan bersandar di Telagapunggur,” jelas General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam, Andri Setiawan melalui sambungan telepon, Senin (5/1/2026).

Andri menjelaskan, manajemen ASDP memastikan penanganan kondisi darurat tersebut telah dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan di atas kapal.

“Begitu menerima laporan dari perwira jaga, nahkoda langsung mengambil alih komando dan mengaktifkan prosedur darurat. Pihak kapal segera memobilisasi bantuan medis, menyediakan ruang yang lebih layak dan privat bagi penumpang, serta memastikan kebutuhan dasar pasien terpenuhi,” ujarnya.

Andri menyebut proses persalinan berlangsung dengan pendampingan penumpang yang memiliki latar belakang tenaga kebidanan. Bayi akhirnya lahir dengan selamat di atas kapal.

“Kondisi ibu pasca melahirkan dilaporkan mengalami komplikasi,” ujarnya.

Lanjutnya, nahkoda KMP Lome kemudian berkoordinasi dengan manajemen ASDP Cabang Batam untuk meminta dukungan medis lanjutan. Koordinasi lintas instansi pun dilakukan secara intensif dengan Balai Karantina Kesehatan, KSOP, BPTD, KPLP, dan KP3.

“Evakuasi di laut sempat dipertimbangkan, namun setelah asesmen bersama dan mempertimbangkan kondisi cuaca, gelombang, serta angin, diputuskan evakuasi antar kapal tidak aman,” ujarnya.

Andri menyebut, dengan mengedepankan keselamatan jiwa, kapal akhirnya melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Telaga Punggur dengan tim medis tetap siaga mendampingi pasien di atas kapal.

“Ibu hamil ini merupakan penumpang dari Mengkapan, Riau, menuju Telaga Punggur, Batam,” ujarnya.

Setibanya di pelabuhan, Asmidar segera dievakuasi menggunakan ambulans yang telah disiapkan dan dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Namun, nyawa Asmidar tidak tertolong.

“Sementara bayi yang dilahirkan dinyatakan dalam kondisi sehat. ASDP juga memastikan pendampingan kepada keluarga almarhumah, termasuk penanganan jenazah dan pemulangan bayi,” ujarnya.

“Atas nama manajemen ASDP, kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya almarhumah. Seluruh proses penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan, kemanusiaan, serta koordinasi lintas pemangku kepentingan,” ujarnya. (Nando)