
AlurNews.com – Kepedulian warga Batam terhadap korban bencana alam di sejumlah wilayah Sumatra terwujud dalam aksi solidaritas yang masif. Pemerintah Kota Batam bersama masyarakat berhasil menghimpun bantuan kemanusiaan senilai Rp13,7 miliar, belum termasuk bantuan logistik.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, angka tersebut mencerminkan tingginya kesadaran sosial masyarakat Batam dalam membantu sesama yang terdampak bencana.
“Untuk ukuran Batam, ini partisipasi sosial yang sangat tinggi. Solidaritas masyarakat terbangun dengan sangat baik,” ujar Amsakar, Selasa (6/1/2025).
Amsakar menjelaskan, dana sebesar Rp6,21 miliar berasal dari partisipasi masyarakat, sementara Pemko Batam menyalurkan bantuan sebesar Rp7,5 miliar. Selain itu, dukungan juga datang dari berbagai lembaga dan komunitas.
Pada hari terakhir penggalangan, PLN menyalurkan bantuan dana sebesar Rp1,5 miliar. Masyarakat Kecamatan Batuaji turut menyumbang sekitar Rp500 juta, sedangkan Ikatan Keluarga Batak Sumatra Utara (IKABSU) memberikan kontribusi Rp100 juta.
Tak hanya berupa dana, bantuan juga disalurkan dalam bentuk logistik. IKABSU tercatat mengirimkan tujuh truk bantuan ke daerah terdampak. PLN juga menyalurkan bantuan barang senilai sekitar Rp1 miliar, disusul sejumlah partai politik dan organisasi kemasyarakatan lainnya.
Menurut Amsakar, tingginya partisipasi lintas komunitas ini menunjukkan kuatnya empati dan kebersamaan masyarakat Batam yang majemuk.
“Solidaritas ini terbangun lintas suku, agama, dan daerah. Inilah kekuatan sosial masyarakat Batam,” jelasnya.
Pemko Batam bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dijadwalkan menyerahkan bantuan secara langsung kepada pemerintah daerah terdampak mulai 8 Januari 2025. Penyerahan dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas atas amanah masyarakat.
Amsakar menambahkan, meskipun penggalangan dana resmi telah ditutup pada 31 Desember 2024, bantuan yang masih masuk tetap akan diterima dan disalurkan sesuai prosedur yang berlaku.
Ia berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban korban bencana sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat di wilayah terdampak.
“Semangat kebersamaan ini harus terus dijaga, karena dari sinilah kekuatan untuk bangkit bersama dapat terwujud,” ujarnya. (nando)
















