AlurNews.com – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) terus mempercepat pengembangan jaringan gas rumah tangga (jargas) di Kota Batam, Kepulauan Riau. Upaya ini tidak hanya ditujukan untuk memperluas akses energi bersih, tetapi juga menjadikan Batam sebagai kota percontohan pemanfaatan gas bumi di tingkat regional.
Area Head PGN Batam, Wendi Purwanto, menyampaikan bahwa pada 2026 PGN menargetkan pemasangan sekitar 10 ribu sambungan rumah baru. Dengan tambahan tersebut, PGN menapaki target jangka menengah pemasangan jargas hingga 250 ribu pelanggan dalam lima tahun ke depan.
“Per Desember 2025, total jargas yang sudah terpasang di Batam mencapai 9.034 sambungan rumah, dengan panjang pipa sekitar 295,4 kilometer,” ujar Wendi, Senin (19/1/2026).
Saat ini, pengembangan jaringan gas difokuskan di tiga kecamatan, yakni Batuaji, Sagulung, dan Batam Kota. Ketiga wilayah tersebut dinilai masih memiliki potensi besar untuk perluasan pelanggan.
Menurut Wendi, percepatan pembangunan jargas merupakan bagian dari strategi PGN mendukung transisi energi nasional. Gas bumi dinilai lebih aman, efisien, dan ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar konvensional seperti LPG.
“Selain pasokannya lebih stabil, warga juga tidak perlu lagi membeli dan mengganti tabung gas. Dari sisi biaya, penghematan yang dirasakan masyarakat bisa mencapai 30 hingga 40 persen,” katanya.
Sejumlah kawasan perumahan di Batam seperti Taman Carina, Masyeba, Bambu Kuning, Rosinton, Taman Teratai, hingga Taman Anugerah telah menikmati layanan jargas. Warga di kawasan tersebut merasakan langsung kemudahan penggunaan gas bumi untuk kebutuhan sehari-hari.
Batam bersama Palembang saat ini ditetapkan sebagai proyek percontohan jargas nasional di wilayah Sumatera. PGN berharap keberhasilan di Batam dapat menjadi model pengembangan jaringan gas di daerah lain, khususnya di Kepulauan Riau.
Terkait proses pemasangan, Wendi menegaskan bahwa persyaratan jargas relatif mudah. Pendaftaran dapat dilakukan secara kolektif maupun individu, bahkan sebelum pembangunan jaringan dimulai.
“Cukup menyiapkan KTP dan rekomendasi RT/RW setempat. Jargas ini lebih murah dari LPG, praktis, dan dari sisi keselamatan juga lebih terjamin,” ujarnya. (Nando)

















