
AlurNews.com – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meresmikan Pusat Promosi Investasi Daerah (PPID) di Batam, Kepulauan Riau (Kepri) sebagai wadah pemerintah daerah dan dunia usaha untuk mendorong investasi serta pemasaran produk unggulan dari berbagai daerah.
PPID merupakan hasil kerja sama Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) dengan International Business Association (IBA).
“Manfaatkan tempat ini (PPID) agar punya daya tarik bagi calon investor. Jangan sampai hanya buang anggaran dan waktu,” ujar Menteri Tito kepada para Bupati di Batam, Selasa.
Sekitar 100 bupati dari berbagai daerah menghadiri peresmian tersebut dan turut mendapatkan arahan dari Mendagri.
Menurut Menteri Tito, Indonesia memiliki ragam potensi investasi dan produk yang tidak kalah bersaing, mulai dari kerajinan hingga komoditas pangan.
Ia mencontohkan peluang pasar Singapura yang memiliki daya beli tinggi namun keterbatasan pasokan hortikultura.
Selama ini pasokan banyak bergantung dari Johor, Malaysia, katanya, namun kebutuhan tersebut kini bisa diisi dari Kepri dan daerah lain di Sumatera berkat kecepatan pemda untuk memenuhi kebutuhan pasokan tersebut.
“Awalnya Kepri suplai satu-dua supermarket di Singapura, lalu diperluas. Lampung akhirnya juga teken kontrak. Ini baru sektor pangan, belum yang lain,” kata Tito.
Mendagri Tito mendorong para bupati memanfaatkan PPID dengan menghadirkan stan daerah, memajang produk potensial, serta menampilkan peluang investasi yang terbuka.
“Bikin display yang menarik, tunjukkan apa yang bisa ditawarkan,” tambahnya.
Ketua IBA Sansan menyampaikan, PPID menjadi platform promosi yang memfasilitasi calon investor untuk mengetahui potensi investasi di kabupaten, sektor yang terbuka, hingga produk yang dapat diekspor.
“Hingga saat ini, lima daerah telah bergabung, sebagai contoh ada Kabupaten Morowali Utara, Tapanuli Selatan, dan Indragiri Hilir,” katanya.
Ia berharap semakin banyak kabupaten dapat bergabung agar manfaat PPID semakin luas. (ib)
















