Rekonstruksi Pembunuhan Bela Yudela, Pertengkaran soal Mangga Berujung Maut

Pembunuhan Bela Yudela
Rekonstruksi pembunuhan Bela Yudela di Jalan Dahlia, Lubuk Baja, Batam, Senin (26/1/2026). Foto: AlurNews.com

AlurNews.com – Kepolisian menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Bela Yudela (korban) yang ditemukan tewas di kamar indekosnya di Jalan Dahlia Blok VI, Kelurahan Batu Selicin, Kecamatan Lubuk Baja, Batam. Rekonstruksi berlangsung pada Senin (26/1/2026).

Dalam rekonstruksi tersebut, tersangka Muhammad Adi Tegar Aditama memperagakan sebanyak 37 adegan yang menggambarkan secara rinci rangkaian peristiwa sejak awal hingga terjadinya pembunuhan.

Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Noval Adimas mengatakan rekonstruksi dilakukan untuk memperjelas kronologi kejadian sekaligus memperkuat pembuktian dalam proses penyidikan.

“Rekonstruksi ini bertujuan menggambarkan kembali perbuatan tersangka agar penyidik dapat menyusun analisa yuridis sesuai fakta materiel,” ujar Noval.

Berdasarkan hasil rekonstruksi, peristiwa bermula pada Senin, 18 Desember 2025. Saat itu, tersangka baru kembali ke kamar kos setelah gagal mengambil buah mangga yang berada di depan indekos.

Di dalam kamar, korban tengah berbaring di atas kasur, sementara tersangka duduk di dekat lemari pakaian. Keduanya sempat bermain ponsel masing-masing. Situasi kemudian berubah menjadi tegang ketika korban memarahi tersangka karena tidak berhasil mengambil mangga tersebut.

Karena tersangka tidak merespons, korban merebut ponsel yang dipegang pelaku. Tindakan itu memicu emosi tersangka yang kemudian mendorong korban hingga terduduk di atas kasur dan merebut kembali ponselnya. Pertengkaran pun berlanjut disertai kata-kata kasar.

Meski tersangka sempat keluar kamar untuk merokok, konflik tidak mereda. Pelaku kembali masuk kamar, mematikan lampu, memindahkan pakaian kerja korban ke tumpukan pakaian kotor, serta sempat masuk ke toilet. Tersangka juga memutar musik dengan volume keras dan mengarahkannya ke luar kamar, diduga untuk mengelabui kondisi sekitar.

Selanjutnya, pelaku berbaring di samping korban dan kembali terlibat adu mulut. Emosi pelaku memuncak hingga akhirnya ia mencekik korban menggunakan pakaian korban. Pelaku juga melakban mulut korban hingga korban meninggal dunia akibat kehabisan napas.

“Dari 37 adegan, adegan ke-15 sampai ke-17 merupakan adegan krusial yang menyebabkan korban meninggal dunia, di mana pelaku mencekik korban beberapa kali hingga korban mati lemas,” kata Noval.

Setelah memastikan korban tidak bernyawa, pelaku sempat keluar kamar untuk memastikan situasi aman dan membuang sisa lakban ke tempat sampah. Ia kemudian kembali ke kamar dan membersihkan wajah korban menggunakan cairan pembersih wajah.

Pelaku juga sempat mencium kening korban sebelum menutupi tubuh korban dengan sprei dan kasur. Sebelum melarikan diri, pelaku mengganjal pintu kamar menggunakan hanger yang dililitkan pada engsel pintu.

Usai rekonstruksi, tersangka tampak bungkam saat digiring keluar dari lokasi. Ia hanya menunduk dan mengangguk ketika ditanya awak media terkait penyesalan atas perbuatannya maupun permintaan maaf kepada keluarga korban. Rekonstruksi berakhir sekitar pukul 11.30 WIB. (Nando)