DPN Tinjau KEK Tanjungsauh, Batam Diproyeksikan Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Dewan Pertahanan Nasional (DPN) kunker ke KEK Tanjung Sauh. (Foto: AlurNews)

AlurNews.com – Dewan Pertahanan Nasional (DPN) melakukan kunjungan kerja strategis ke Provinsi Kepulauan Riau sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen dapat tercapai.

Kunjungan ini sekaligus menegaskan posisi Batam dan Kepulauan Riau sebagai salah satu lokomotif utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Salah satu fokus utama kunjungan adalah PT Batam Alumina Indonesia dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjungsauh.

Deputi Bidang Geostrategi DPN Mayjen TNI Ari Yulianto menjelaskan agenda meninjau sejumlah titik pertumbuhan strategis yang dinilai krusial bagi penguatan ekonomi nasional.

“Kami melihat langsung operasional Alumina Refinery serta kesiapan kawasan industri yang memiliki potensi besar dalam mendorong hilirisasi industri dan peningkatan nilai tambah sumber daya nasional,” jelasnya, Selasa (27/1/2026).

Rangkaian dilanjutkan dengan kunjungan ke Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk meninjau kesiapan infrastruktur, iklim investasi, serta dukungan kebijakan yang dibutuhkan guna mempercepat pertumbuhan ekonomi Batam.

DPN menilai Batam dan Kepulauan Riau memiliki posisi strategis untuk memompa pertumbuhan ekonomi nasional melalui transformasi ekonomi yang signifikan. Kawasan ini tidak lagi sekadar berfungsi sebagai pusat manufaktur, tetapi berkembang menjadi hub teknologi tinggi dan tujuan investasi global.

Dengan memanfaatkan posisi strategis di jalur Selat Malaka, Batam didorong tidak hanya sebagai pusat logistik, tetapi juga sebagai “jembatan digital” melalui pengembangan data center berskala besar dan ekosistem kecerdasan buatan (AI) yang berpotensi menarik raksasa teknologi dunia.

“Transformasi ini sejalan dengan ambisi Indonesia untuk beralih ke ekonomi berbasis nilai tambah tinggi. Status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang menawarkan kepastian hukum serta insentif fiskal agresif terbukti efektif menjadi magnet bagi arus investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI),” ujarnya.

Sebagai lembaga strategis negara, DPN menegaskan pentingnya sinergi antara pertahanan, stabilitas kawasan, dan kebijakan ekonomi. Fokus diarahkan pada kesiapan regulasi, perizinan, tata kelola kawasan, serta koordinasi lintas sektor untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan berkelanjutan.

KEK Tanjung Sauh yang dikembangkan oleh PT Batamraya Sukses Perkasa Panbil Group, menjadi salah satu “kantong pertumbuhan” yang diprioritaskan pemerintah. Kawasan ini difokuskan pada pengembangan pelabuhan hub logistik internasional, industri energi, dan manufaktur modern.

“Dengan konsep tersebut, KEK Tanjungsauh diproyeksikan mampu menyerap investasi skala besar yang berdampak langsung terhadap peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kepulauan Riau,” jelasnya. (Nando)