
AlurNews.com – Amnah Fitriah Mona harus menelan kekecewaan dikarenakan batal melakukan perjalanan Umrah ke Tanah Suci, setelah menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan PT Altin Tour and Travel (Altintur). Mona mengaku mengalami kerugian sebesar Rp100 juta, untuk biaya perjalanan lima orang jemaah.
Awal peristiwa ini terjadi pada Juli 2025 lalu, setelah Mona membeli promo “beli 4 gratis 1” yang ditawarkan oleh pihak tour and travel melalui broadcast WhatsApp. Mona menyebut mengenal pihak tour and travel dari salah satu kerabat yang pernah menggunakan jasa PT Altintur.
“Dari cerita kerabat kami, Altin tour terlihat bagus dan terpercaya dengan testimoni positif. Itu yang membuat kami ikut mendaftar. Saat ini sudah saya laporkan ke Polsek Batam Kota,” ujar Mona saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (28/1/2026).
Awal pendaftaran program ini, Mona menyebut bahwa proses komunikasi dengan pemilik travel terbilang intens. Dalam promo ini, pihak tour and travel memberikan harga spesial dengan per orang cukup membayar Rp25 juta.
Namun untuk pembayaran program ini, pihak tour and travel meminta Mona melakukan transfer ke rekening pribadi pemilik Altin Tour atas nama Agustina.
“Alasannya, rekening perusahaan disebut tidak bisa digunakan. Sempat ragu awalnya, tapi karena percaya dan melihat keluarga kami sebelumnya berangkat akhirnya uang itu kami transfer,” jelasnya.
Setelah melakukan transfer pada Desember 2025, keanehan lain muncul dari bentuk fasilitas yang diberikan oleh pihak tour and travel. Mona dan keluarga tidak menerima koper maupun seragam lengkap dengan alasan stok koper habis dan dijanjikan akan dibagikan pada 29 Desember.
Keluarga Mona juga hanya menerima beberapa fasilitas seperti syal bertuliskan Altintur, mukena, bahan seragam yang harus dijahit sendiri, serta buku panduan.
Namun hingga tanggal yang ditentukan, pihak keluarga Mona tidak kunjung menerima apa yang telah dijanjikan sebelumnya. Selain itu, pihak Mona juga melakukan persiapan secara mandiri mulai dari pakaian ibadah, obat-obatan, hingga kebutuhan pribadi lainnya.
Kemudian pada, Sabtu (27/12/2025) Mona mendapat kabar bahwa Altin tour diduga bermasalah. Hal ini berdasarkan informasi 80 jemaah sebuah pondok pesantren yang gagal diberangkatkan sejak November 2025.
Sejak saat itu, pemilik tour and travel tidak kunjung dapat dihubungi, bahkan berbagai perubahan mencurigakan di grup komunikasi Altintur muncul. Percakapan lama diduga dihapus, kolom komentar dimatikan, dan jumlah admin dikurangi hingga tersisa satu orang.
“Seolah-olah komunikasi diputus. Antar agen, antar jamaah, tidak bisa saling berbicara,” ujarnya.
Sejumlah grup korban bermunculan dengan nama “Korban Altintur”. Dari sana terungkap, dugaan korban tidak hanya berasal dari Batam, tetapi juga dari Uban, Tanjungpinang, Dabo Singkep, Bengkalis, Guntung, hingga daerah lainnya.
Kerugian yang dialami Mona mencapai Rp100 juta untuk lima orang. Sementara itu, salah satu kerabatnya juga mengaku mentransfer hingga Rp400 juta untuk 13 orang jamaah.
“Kalau uang itu tidak kembali, kami ikhlas, lillahi ta’ala. Tapi kami tidak ikhlas kalau beliau bebas dan tidak ada keadilan,” jelasnya. (Nando)

















