Capaian di Kepri Capai 80 Persen, Batam Menambah Satu Dapur SPPG

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura saat meresmikan dapur SPPG yang dikelola Yayasan Segitiga Berkah Abadi (Yasmin) di Batam. (Foto: AlurNews)

AlurNews.com – Pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kepri telah mencapai 80 persen, dengan 20 persen SPPG yang belum terbentuk dan tengah dalam proses koordinasi.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura saat meresmikan dapur SPPG yang dikelola Yayasan Segitiga Berkah Abadi (Yasmin) di Batam.

Nyanyang menyebut, sejumlah daerah di tujuh kabupaten/kota di Kepri masih menyelesaikan tahapan administrasi dan koordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kurang lebih masih ada sekitar 20 persen lagi SPPG yang sedang berproses. Saat ini masih di dashboard BGN dan kita terus berkoordinasi dengan koordinator wilayah di kabupaten dan kota,” kata Nyanyang, Jumat (30/1/2026).

Nyanyang menargetkan, sisa 20 persen SPPG tersebut bisa rampung secara bertahap hingga akhir 2026. Ia menegaskan, keberadaan SPPG sangat dinantikan karena berkaitan langsung dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak sekolah.

“Mudah-mudahan di akhir 2026 nanti yang kurang dari 20 persen ini bisa selesai dan tuntas. Anak-anak sekolah semua sudah menunggu untuk menerima manfaatnya,” ujarnya.

Menurut Nyanyang, penguatan SPPG di Kepri sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam program MBG, Koperasi Merah Putih, hingga Sekolah Rakyat. Pemprov Kepri, kata dia, terus melakukan pendampingan agar program tersebut bisa diterima merata oleh masyarakat.

“Kami di provinsi bersama tujuh kabupaten dan kota melakukan pendampingan agar program ini bisa segera diterima oleh para penerima manfaat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Yayasan Segitiga Berkah Abadi, Rinasti, menyebut saat ini pihaknya baru menyalurkan program MBG ke empat sekolah di wilayah Nongsa, Batam. Jumlah penerima manfaat tahap awal mencapai sekitar 1.100 siswa dari jenjang TK hingga SMA.

Ia menjelaskan, penyaluran dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan SPPG dan tenaga pendukung. Saat ini, SPPG di wilayah dapur SPPG nya didukung oleh sekitar 30 karyawan yang terlibat dalam operasional harian.

“Untuk tahap awal baru empat sekolah dengan sekitar 1.100 penerima manfaat. Target kami ke depan bisa mencapai 2.000 penerima,” kata Rinasti. (Nando)