
AlurNews.com – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menempatkan sumber daya manusia (SDM) sebagai aset utama dalam mendukung pencapaian target strategis perusahaan pada 2026.
Kualitas lingkungan kerja PGN tercermin dari sejumlah capaian positif sepanjang 2025. Tingkat keterikatan pekerja (employee engagement) tercatat sebesar 87,74 persen atau masuk kategori tinggi.
Sementara tingkat perputaran pekerja (turn over) berada di bawah 3 persen, yang menunjukkan tingginya kepercayaan pekerja terhadap keberlanjutan perusahaan.
PGN juga berhasil menjaga vacancy rate di bawah 10 persen, menandakan setiap fungsi organisasi diisi oleh tenaga kerja yang kompeten untuk menunjang operasional dan pelayanan kepada pelanggan. Hingga akhir 2025, total jumlah pekerja PGN Group mencapai 2.752 orang.
“PGN terus beradaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi untuk menunjang kompetensi pekerja di era digital. Digitalisasi kami terapkan tidak hanya untuk efisiensi proses bisnis, tetapi juga untuk membangun kedekatan dengan pelanggan dalam rangka memberikan service excellence,” ujar Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PGN, Rachmat Hutama, Jumat (6/2/2026).
Digitalisasi PGN saat ini telah terintegrasi di seluruh rantai proses bisnis gas bumi, mulai dari operasi dan pemeliharaan aset, pengelolaan jaringan, hingga layanan pelanggan.
Aspek keamanan digital juga menjadi prioritas utama. Pada 2026, sistem keamanan siber PGN disebut telah mencapai tingkat perlindungan 100 persen, guna menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi perusahaan.
Rachmat menegaskan, penguatan kompetensi SDM akan terus dilakukan seiring dengan pertumbuhan bisnis perusahaan. PGN juga mendorong budaya kerja yang solid dengan membuka ruang bagi pekerja untuk berinovasi dan mengeksplorasi peluang bisnis baru demi keberlanjutan perusahaan.
Pada 2026, PGN melanjutkan pengembangan proyek strategis gas bumi guna memperluas pemanfaatan gas bumi nasional. Perusahaan mengalokasikan belanja modal (CAPEX) sebesar USD 353 juta, dengan sekitar 62 persen difokuskan pada pengembangan segmen midstream, downstream, dan sektor pendukung lainnya.
“Seluruh kontribusi pekerja diarahkan untuk senantiasa mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik serta kepatuhan terhadap aspek keselamatan, kesehatan kerja, keamanan, dan lingkungan (HSSE),” jelasnya. (Nando)

















