Gema Batam ASRI 2026, 5.600 Warga Turun Bersih-bersih Kota

Gema Batam ASRI 2026
Wali Kota Batam Amsakar Achmad ikut membersihkan sampah dalam kegiatan Gema ASRI 2026, Rabu (11/2/2026). Foto: Humas Diskominfo Batam

AlurNews.com – Pemerintah Kota Batam menggelar Gerakan Masyarakat Batam Aman, Sehat, Resik, dan Indah (Gema Batam ASRI) 2026 secara serentak di 12 kecamatan, Rabu (11/2/2026). Sebanyak 5.600 peserta ambil bagian dalam aksi massal tersebut.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra memimpin langsung kegiatan yang dipusatkan di Simpang K-Square, Batam Centre. Gerakan ini melibatkan Forkopimda, aparatur sipil negara, serta berbagai elemen masyarakat.

Amsakar menegaskan, Gema Batam ASRI 2026 merupakan implementasi dari Gerakan Indonesia ASRI yang dicanangkan pemerintah pusat.

Menurut dia substansi gerakan ini adalah bagaimana kita bergerak bersama menjadikan Batam aman, sehat, resik, dan indah.

“Presiden menegaskan tidak ingin lagi melihat kota-kota yang kotor, penuh sampah, baliho semrawut, hingga kabel listrik yang mengganggu estetika,” ujarnya, dikutip dari Media Center Pemko Batam.

Ia memastikan kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Pemko Batam menargetkan penataan lingkungan secara menyeluruh, mulai dari perkantoran, sekolah, ruko, hotel, hingga fasilitas umum di tingkat kelurahan dan kecamatan.

Petugas juga menormalisasi drainase primer dan sekunder untuk mencegah banjir serta membersihkan area waduk demi menjaga pasokan air bersih.

Amsakar mengaitkan kebersihan kota dengan daya tarik investasi dan pariwisata. Ia menyebut tren kunjungan wisatawan mancanegara terus meningkat dalam dua tahun terakhir.

“Pada 2024, kunjungan wisman ke Batam mencapai 1,3 juta orang dan meningkat menjadi 1,6 juta orang pada 2025. Dengan Batam yang semakin ASRI, kita targetkan pada 2026 bisa mencapai 1,7 hingga 1,8 juta wisman,” katanya.

Usai apel, Amsakar dan Li Claudia meninjau sejumlah titik prioritas, termasuk drainase Pandan Wangi. Di lokasi itu, Amsakar turut mengoperasikan alat berat untuk mengeruk sedimen agar aliran air lancar.

Rombongan kemudian bergerak ke Dapur 12, Sagulung, membersihkan tumpukan sampah di sepanjang jalan protokol, dan menutup kegiatan di Dataran Engku Hamidah dengan aksi bersih-bersih bersama warga.

Amsakar menginstruksikan agar gotong royong dilakukan secara rutin agar gerakan ini berkelanjutan. (red)