AlurNew.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyekolahkan 58 dokter untuk menempuh pendidikan spesialis dan subspesialis. Setiap dokter mendapat dukungan pembiayaan sebesar Rp200 juta per tahun.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan program tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat sumber daya manusia kesehatan sekaligus mengimbangi pembangunan infrastruktur rumah sakit yang terus berjalan.
“Kita ingin dokter-dokter terbaik lahir dari Kepri dan kembali mengabdi untuk masyarakat Kepri,” tegas Ansar, dikutip dari laman resmi Pemprov Kepri.
Ia menegaskan, peningkatan fasilitas kesehatan harus diiringi dengan ketersediaan tenaga medis yang kompeten. Pemerintah pusat, kata dia, telah mendorong penyediaan dokter, dan pemerintah daerah harus menyiapkan dukungan infrastruktur serta penguatan SDM.
“Ini harus kita sambut baik, tapi tetap harus mempersiapkan juga infrastruktur kesehatan kita,” ujarnya.
Selain program pendidikan dokter spesialis, Pemprov Kepri juga mengalokasikan anggaran besar untuk pembangunan dan rehabilitasi rumah sakit. Tahun ini, pemerintah akan membangun Gedung Poli di RS Raja Ahmad Tabib senilai Rp110 miliar serta menyiapkan Rp40 miliar untuk rehabilitasi rumah sakit milik Pemprov Kepri di kabupaten/kota. Sejumlah anggaran juga digelontorkan untuk melengkapi fasilitas di RSJKO Engku Haji Daud.
Ansar menegaskan, penguatan sistem kesehatan harus merata hingga wilayah terluar.
“Tidak boleh ada disparitas layanan kesehatan antarwilayah. Warga di pulau-pulau terluar harus mendapatkan layanan yang sama baiknya,” ucapnya. (red)


















