
AlurNews.com – Industri kreatif Batam kembali bergeliat. Organisasi solidaritas pembawa acara yang tergabung dalam Swara Kota Batam resmi meluncurkan film layar lebar perdana berjudul Sejauh Doa Cahaya Batam melalui tim Swara Movie Project.
Film yang disutradarai Alfredo Sihombing itu tayang perdana dalam gala premiere di Cinepolis K-Square, Jumat (13/2/2026). Pemutaran perdana tersebut dihadiri pelaku seni, komunitas film, serta perwakilan pemerintah daerah.
Alfredo, yang akrab disapa Bang Edo (#iniMCbatam), mengangkat kisah tentang cinta, keluarga, dan perjuangan perantau dengan latar budaya Batam. Tema tersebut dinilai relevan dengan karakter Batam sebagai kota industri yang dihuni masyarakat dari berbagai daerah.
Ia mengungkapkan proyek film ini berawal dari tantangan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam.
“Karya ini bermula dari tantangan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Bapak Ardiwinata, agar Swara membuat sebuah film. Sebagai insan yang cukup lama bergelut di industri film nasional sekaligus berprofesi sebagai MC, saya tertantang untuk mewujudkannya,” ujarnya usai pemutaran film.
Seluruh pemeran dalam film ini merupakan anggota Swara yang lolos proses seleksi internal. Tokoh utama Rio dan Ralin diperankan oleh MC Ranto dan MC Zaza. Meski baru pertama kali tampil dalam film panjang, keduanya mampu membawakan karakter secara meyakinkan.
Ketua Swara Kota Batam, Maharani Purba, menyebut produksi film ini menjadi tonggak baru bagi organisasi yang sebelumnya dikenal sebagai komunitas MC.
“Saya sangat terharu. Di tengah berbagai keterbatasan dan kesibukan anggota sebagai MC, tim Swara Movie Project mampu menuntaskan produksi ini. Terima kasih kepada seluruh sponsor, khususnya SMA Kartini yang terlibat langsung dalam proses produksi,” katanya.
Apresiasi juga datang dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata. Ia menilai film menjadi subsektor strategis dalam pengembangan industri kreatif daerah.
“Film adalah salah satu subsektor industri kreatif yang strategis. Melalui film ini, kita tidak hanya menyajikan cerita, tetapi juga memperkenalkan potensi budaya dan destinasi wisata Batam kepada khalayak luas. Ini menjadi bukti bahwa pelaku kreatif lokal mampu naik kelas,” ujarnya.
Meski belum diputar secara komersial luas, peluncuran film berlangsung meriah dan mendapat dukungan dari komunitas perfilman serta pegiat seni Batam. Pemerintah Kota Batam pun menyatakan komitmennya mendorong lahirnya karya kreatif berbasis lokal untuk memperkuat citra Batam sebagai kota industri sekaligus destinasi wisata. (red)

















