AlurNews.com – Pakistan melancarkan serangkaian serangan udara ke wilayah Afghanistan, Minggu (22/2/2026), dengan dalih menargetkan kelompok militan yang bermarkas di perbatasan kedua negara.
Pemerintah Afghanistan melaporkan puluhan korban jiwa dan luka, termasuk perempuan serta anak-anak.
Dilansir AFP, Islamabad menyebut sedikitnya tujuh titik di kawasan perbatasan menjadi sasaran operasi militer tersebut. Kementerian Informasi dan Penyiaran Pakistan menyatakan serangan itu menyasar Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), kelompok yang dikenal sebagai Taliban Pakistan, jaringan afiliasinya, serta cabang kelompok ISIS.
Serangan dilancarkan setelah serangkaian aksi bom bunuh diri mengguncang Pakistan dalam beberapa pekan terakhir. Salah satunya ledakan di sebuah masjid Syiah di Islamabad dua pekan lalu yang menewaskan sedikitnya 40 orang dan melukai lebih dari 160 lainnya. ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Pemerintah Afghanistan menyatakan serangan udara menghantam Provinsi Nangarhar dan Paktika. Juru bicara pemerintah Taliban, Zabihullah Mujahid, mengecam tindakan tersebut.
“Militer Pakistan mencoba menutupi kelemahan keamanan negara mereka melalui kejahatan semacam itu,” tulis Mujahid di platform X.
Seorang sumber keamanan Afghanistan kepada AFP menyebut 17 orang tewas di Distrik Bihsud, Nangarhar, setelah sebuah rumah menjadi target serangan. Dari jumlah itu, 12 korban merupakan anak-anak dan remaja. Wartawan AFP di lokasi melihat warga menggunakan buldoser untuk mencari korban yang tertimbun reruntuhan.
Serangan ini menjadi yang terbesar sejak bentrokan perbatasan Oktober lalu yang menewaskan lebih dari 70 orang dari kedua pihak dan melukai ratusan lainnya. Meski gencatan senjata sempat tercapai melalui mediasi Qatar dan Turki, perundingan lanjutan di Doha dan Istanbul gagal menghasilkan kesepakatan permanen.
Hubungan Islamabad dan Kabul terus memburuk sejak Taliban kembali berkuasa di Afghanistan pada 2021. Pakistan berulang kali menuding pemerintah Taliban membiarkan kelompok militan, khususnya TTP, menggunakan wilayah Afghanistan untuk melancarkan serangan ke Pakistan. Tuduhan itu dibantah Kabul.
Ketegangan keamanan kini kembali memanas, memicu kekhawatiran eskalasi konflik terbuka di kawasan perbatasan kedua negara. (red)


















