AlurNews.com – Berburu takjil dan makanan berbuka puasa menjadi salah satu aktivitas masyarakat Batam untuk menunggu waktu berbuka. Salah satu tempat yang ramai didatangi adalah bazar Ramadan yang digelar di Taman Dang Anom, Batam Centre. Salah satu makanan yang mencuri perhatian dan diserbu pengunjung di tempat itu adalah Takoyaki.
Bazar bertajuk Batam Wonderfood & Art Ramadan (BWR) ini merupakan event tahunan yang digagas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam. Tahun ini merupakan tahun ke tujuh event tersebut diselenggarakan.
Puluhan tenant kuliner tradisional dan kekinian meramaikan bazar Ramadan yang berlangsung hingga 1 Maret 2026 tersebut. Di antara deretan stan, Big Takoyaki mencuri perhatian. Menu khas Jepang yang dimodifikasi dengan berbagai varian isian itu laris sejak hari pertama bazar dibuka pada 17 Februari 2026 lalu. Pembeli bahkan harus mengantre untuk mendapatkan takoyaki jumbo maupun mini.
Takoyaki tersebut dibuat dari adonan tepung khusus yang dicampur telur dan dashi, lalu diisi sosis, crab stick, cumi, bakso, hingga keju mozzarella. Sajian itu disempurnakan dengan saus takoyaki, mayonnaise, katsuobushi, rumput laut bubuk, saus mentai, dan taburan boncabe.
Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau. Takoyaki jumbo original dijual Rp22 ribu dan varian mentai Rp25 ribu. Sementara takoyaki mini dibanderol Rp15 ribu untuk original dan Rp20 ribu untuk mentai.
Pemilik Big Takoyaki, Yogi, mengaku antusias mengikuti BWR untuk pertama kalinya. Ia tak menyangka produknya langsung diminati pengunjung.
“Sangat senang untuk pertama kali bergabung di even bazar BWR ini dan alhamdullilah juga menjadi viral saya sangat bersyukur setiap hari jualan saya sold out,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).
BWR ke-7 menghadirkan 75 tenant kuliner dan ekonomi kreatif. Selain bazar makanan berbuka, panitia juga menyediakan musala serta ruang bermain keluarga.
Sekretaris Daerah Kota Batam Firmansyah mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan BWR yang telah memasuki tahun ketujuh. Ia menilai kegiatan tersebut mampu menggerakkan sektor kuliner dan ekonomi kreatif selama Ramadan.
“Semoga selama Ramadan kita dapat menjalankan ibadah dengan baik dan khusyuk,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pelaku usaha menjaga kebersihan dan kualitas pangan. Untuk memastikan keamanan makanan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan melakukan pengecekan selama kegiatan berlangsung.
BWR tahun ini turut melibatkan berbagai unsur, termasuk PKK dan Dharma Wanita Persatuan, serta menghadirkan sejumlah agenda sosial dan kolaborasi. (red)


















