AlurNews.com – Belakangan ini wilayah Indonesia terkhusus di Kabupaten Karimun sedang dilanda cuaca panas ekstrem. Bahkan, peningkatan suhu panas tersebut sangat menyengat kulit.
Sebelumnya, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga sempat merilis potensi kehadiran fenomena El Nino super yang akan terjadi pada bulan April hingga pengujung tahun 2026 mendatang.
Fenomena yang dijuluki sebagai El Nino ‘Godzilla’ itu, diprediksi dapat memperpanjang musim kemarau. Seperti diketahui, fenomena ini ditandai dengan kenaikan suhu permukaan laut ekstrem di Samudra Pasifik ekuator.
Fenomena tersebut tentunya memberikan dampak serius lantaran curah hujan yang menipis, seperti halnya kemarau panjang hingga ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karimun, Yola menyebut suhu rata-rata di wilayah Karimun mencapai 29,64 derajat celcius.
Ia menjelaskan posisi semu matahari yang berada tepat di kawasan ekuator menyebabkan intensitas radiasi matahari yang diterima lebih maksimal, sehingga terasa lebih panas dan menyengat.
“Selain itu, minimnya tutupan awan dan hembusan angin membuat sinar matahari terasa lebih panas, ditambah lagi curah hujan yang minim akhir-akhir ini,” katanya, Rabu (25/3/2026).
BMKG Karimun turut meminta masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan serta menghindari paparan panas berlebihan saat beraktivitas di luar rumah sehingga meminimalisir dehidrasi bahkan heatstroke.
Terakhir, pihaknya juga mengimbau agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar untuk menghindari terjadinya Karhutla. (Andre)


















