
AlurNews.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat realisasi investasi pada triwulan I 2026 mencapai Rp17,4 triliun. Nilai tersebut menunjukkan pertumbuhan signifikan dan memperkuat posisi Batam sebagai salah satu kawasan investasi paling agresif di Indonesia.
Capaian investasi tersebut tumbuh 102,85 persen secara tahunan atau year-on-year dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kuartalan, angka itu juga meningkat 68,92 persen dibanding triwulan IV 2025.
Pertumbuhan investasi pada awal 2026 ditopang keseimbangan antara penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN). BP Batam mencatat PMA mencapai Rp8,8 triliun, sementara PMDN sebesar Rp8,5 triliun.
Kenaikan investasi domestik menjadi sorotan karena tumbuh hingga 216 persen secara tahunan, mencerminkan meningkatnya keyakinan pelaku usaha nasional terhadap iklim investasi di Batam.
Secara sektoral, investasi terbesar berasal dari industri mesin dan elektronik yang menyumbang 23,65 persen. Sektor kimia dan farmasi berada di posisi berikutnya dengan kontribusi 21,18 persen, disusul jasa lainnya sebesar 17,70 persen.
Selain itu, sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran turut menopang pertumbuhan dengan porsi 13,09 persen.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan lonjakan investasi tersebut menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan investor terhadap Batam sebagai kawasan industri dan perdagangan.
“Lonjakan ini menunjukkan Batam tidak hanya mampu menarik investasi, tetapi juga mengeksekusinya secara lebih cepat, pasti, dan produktif,” ujarnya, dikutip dari laman resmi BP Batam.
Secara regional, Batam berkontribusi sekitar 73,5 persen terhadap total realisasi investasi Provinsi Kepulauan Riau yang mencapai Rp23,8 triliun pada periode yang sama.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menilai dominasi tersebut memperlihatkan peran Batam sebagai penggerak utama ekonomi kawasan.
“Batam memegang peran sentral dalam menggerakkan ekonomi kawasan. Pertumbuhan ini memberikan efek berantai ke sektor industri, logistik, perdagangan, dan jasa,” katanya.
Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menambahkan pertumbuhan investasi tidak hanya terlihat dari nilai, tetapi juga kualitas struktur investasi yang semakin sehat.
“Ini bukan sekadar lonjakan angka, melainkan menunjukkan struktur investasi yang sehat. PMA tetap kuat dan PMDN tumbuh agresif, menandakan Batam semakin dipersepsikan sebagai kawasan yang feasible, bankable, dan executable,” ujarnya.
Pihak BP Batam memastikan akan menjaga tren positif tersebut melalui peningkatan layanan investasi, percepatan penyediaan lahan dan utilitas, serta penguatan kepastian usaha bagi investor. (red)

















